Langkahku! siapa nih yang suka liburan ala road trip atau suka naik gunung? Pasti seru banget kan bisa bikin perjalananmu lebih memorable. Tapi kamu pernah gak sih mengalami hal yang menyebalkan seperti harus berhenti di setiap rest area yang ada hanya untuk buang air kecil? pasti menggangu banget kan? Kencing pada waktu yang tepat memang sangat dianjurkan. Karena, jika kamu tunda, ada banyak masalah kesehatan yang bisa muncul. Tetapi jika buang air kecil terlalu sering,  bisa juga jadi tanda suatu penyakit. Melansir dari Cleveland Clinic, ternyata dalam kondisi normal atau tidak ada gangguan kesehatan, umumnya orang buang air kecil enam sampai delapan kali dalam 24 jam. Jadi siapa nih yang suka kencing berlebih pada saat travelling? Hati-hati terkena Overactive Bladder (OAB) atau beser lho. Dan pastinya terlalu sering berhenti untuk kencing, dalam waktu tempuh perjalanan pasti akan menghambat kenyaman dalam travelling.

Terlalu sering kencing saat road trip bisa menggagu kenyaman saat travelling.
Terlalu sering kencing saat road trip bisa menggagu kenyaman saat travelling /Foto: Canva.com

Tips mencegah kencing berlebihan saat road trip atau naik gunung

Ternyata banyak cara buat mengatasi masalah kencing berlebihan selama road trip, lho Langkahku. Cara ini mungkin bisa kamu terapkan saat kamu road trip atau naik gunung nih.

Buang air kecil sebelum memulai perjalanan

Satu atau dua jam sebelum keberangkatan, Langkahku boleh minum sebanyak-banyaknya. Kemudian sebelum memulai perjalanan, Langkahku buang air kecil dahulu. Ketika dalam perjalanan, bisa meminimalisir mengkonsumsi air. Kalaupun merasa haus, Langkahku bisa minum secara perlahan-lahan agar kandung kemih dapat mengontrol sirkulasi cairannya.

Disiplin dalam minum air putih

Kondisi tubuh yang terus menguras energi membutuhkan asupan cairan untuk menggantinya. Minum air putih adalah solusinya. Namun, janganlah berlebihan, sebab bisa bolak-balik buang air kecil selama perjalanan. Jadi, aturlah konsumsi minum air putih kamu. Patokan dari medis adalah jika kamu minum empat gelas air saat berangkat, maka kamu harus berhenti buang air kecil sebanyak 2-3 kali setiap 30-60 menit. Kamu bisa coba perkirakan kebutuhan cairan kamu selama perjalanan, deh.

Jangan makan berlebih selama perjalanan

Perjalanan tanpa camilan memang tidak akan lengkap, deh. Tapi, jangan mengkonsumsi makanan secara berlebihan. Karena, makanan dengan kadar manis, pedas atau asin yang melimpah bisa bikin haus tenggorokan. Kalau sudah gini, konsumsi air pun ikut bertambah. Jadi, kamu bisa atur sendiri konsumsi makanan selama perjalanan.rjalanan.

Hindari minuman yang bukan air putih

Ada banyak minuman yang bisa Langkahku konsumsi selama perjalanan. Tapi, jika kamu nggak mau bolak-balik kencing, maka hindari minuman yang bersifat diuretik. Artinya, minuman ini dapat mendorong buang air kecil  lebih sering. Minuman yang mengandung diuretik antara lain minuman bersoda, kopi, hingga teh.

Buang air kecil sebelum perjalanan merupakan salah satu cara mengatasi masalah beser selama road trip.
Buang air kecil sebelum perjalanan merupakan salah satu cara mengatasi masalah beser selama road trip /Foto: Canva.com

Apa itu Beser?

Langkahku tahu gak sih kalau Beser atau Overactive Bladder (OAB) itu terjadi karena sistem berkemih (buang air kecil) tidak bekerja sebagaimana mestinya, dan lebih dari yang seharusnya. Beser ini merupakan kondisi keluarnya air kencing yang tidak terkendali pada waktu yang tidak dikehendaki, tanpa memerhatikan frekuensi serta kuantitas. Keinginan untuk buang air kecil sering terjadi setiap kandung kemih berkontraksi pada waktu yang salah, dan merasa ada desakan yang kuat dan tiba-tiba untuk buang air kecil. Kadang kala desakan ini menjadi sangat kuat sehingga Langkahku tidak dapat mengendalikannya berakibat ‘ngompol’ sebelum sampai ke toilet. Kira-kira Langkahku pernah ngompol gak nih? Kalau pernah Waspada bahaya beser ya.

Pakar Urologi FK Universitas Airlangga Prof. Dr. Soetojo dr. mengklasifikasi penyakit beser ini menjadi empat yaitu,

  • Inkontinensia urin stres yaitu ngompol karena ada tekanan di rongga perut. Contohnya jika Langkahku batuk maka akan terjadi ngompol. Begitu juga pada saat mengangkat beban berat, bersin, orgasme, atau olahraga lainnya. Ngompol jenis urin stres ini disebabkan melemahnya otot dasar panggul.
  • Inkontinensia urin urgensi yaitu keluarnya urin secara tak terkendali karena ada sensasi ingin berkemih. Ngompol jenis ini umumnya berkaitan dengan kontraksi otot kandung kemih yang tidak sinkron/berlebihan. 
  • Inkontinensia urin overflow merupakan tidak terkendalinya pengeluaran urin oleh sumbatan saluran kencing bagian bawah baik oleh prostat, penyempitan saluran kemih, batu dan lain-lain. Gejala umumnya mengeluh keluarnya sedikit kencing, menetes dengan sensasi ingin kencing teramat sangat dan kondisi kandung kemih sudah penuh.
  • True inkontinensia yang merupakan beser paling parah, yang mana urin terus-menerus keluar tanpa jeda. Ngompol jenis ini karena adanya kelainan anatomis (bawaan sejak lahir ataupun kelainan paska operasi atau paska melahirkan). Untuk kasus seperti ini kadang perlu operasi pembedahan
 Beser atau Overactive Bladder (OAB) itu terjadi karena sistem berkemih (buang air kecil) tidak bekerja sebagaimana mestinya, dan lebih dari yang seharusnya.
Beser atau Overactive Bladder (OAB) itu terjadi karena sistem berkemih (buang air kecil) tidak bekerja sebagaimana mestinya, dan lebih dari yang seharusnya /Foto: Google.com

Mengapa Beser bisa terjadi dan apa dampaknya?

Langkahku, ternyata penyebab pasti seseorang terkena beser bukan karena proses penuaan lho, meskipun kelihatannya memang banyak usia lanjut yang mengalaminya. Penelitian telah membuktikan bahwa wanita yang melahirkan dan yang belum pernah melahirkan memiliki resiko yang sama besar untuk mengalami OAB. Walaupun angka kejadian pada pria dan wanita itupun hampir sama, tetapi kenyataannya secara umum para pria paling banyak menderita penyakit beser ini. Wah harus waspada nih kaum pria!

Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab beser yaitu,

  • Kerusakan sistem saraf pusat (seperti kerusakan akibat stroke, penyakit Parkinson, multiple sclerosis atau kerusakan saraf tulang belakang)
  • Hambatan dan kelemahan pada saluran uretra
  • Kelemahan otot yang menyangga kandung kemih
  • Kekurangan hormon estrogen (pada wanita)
  • Pembesaran prostat jinak ( Benign Prostatic Hyperplasia atau BPH )
  • Infeksi saluran kemih
  • Kanker kandung kemih atau batu kandung kemih
  • Komplikasi histerektomi (pengangkatan rahim) atau operasi prostat
  • Overactive bladder dapat terjadi akibat efek samping obat seperti diuretik (yang digunakan untuk tekanan darah tinggi)
  • Serta banyak faktor lainnya, contohnya minuman dengan kadar kafein tinggi

Beser ini bukan hanya masalah fisik melainkan bisa memberikan efek yang serius terhadap kehidupan. Mereka dengan OAB biasanya akan khawatir mengunjungi tempat-tempat baru, atau bahkan meninggalkan rumah dan mereka biasanya tidak dapat menikmati hidup sehari-hari tanpa gangguan buang air kecil.

Beser ini bukan hanya masalah fisik melainkan bisa memberikan efek yang serius terhadap kehidupan.
Beser ini bukan hanya masalah fisik melainkan bisa memberikan efek yang serius terhadap kehidupan /Foto: Google.com

Bagaimana cara menangani beser?

Langkahku tidak perlu khawatir tentang penyakit berser ini, ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi serta mencegah tubuh agar tidak beser. Beberapa caranya bisa Kamu lakukan di rumah lho

  • Terapi otot dasar panggul atau Latihan Kegel. Latihan ini bertujuan mengencangkan otot dasar panggul. Otot ini menopang organ yang ada di dalam panggul, termasuk kandung kemih dan dapat mengendalikan pola berkemih. Latihan ini juga melatih kandung kemih dan uretra dapat mengurangi dorongan keinginan sering pipis.
  • Untuk yang mengalami obesitas maka harus menurunkan berat badan terlebih dahulu. Meningkatnya berat badan dapat menyebabkan tekanan pada kandung kemih, dan menyebabkan “mengompol”.
  • Hindari terserang batuk, karena tekanan saat batuk mampu mempengaruhi kandung kemih untuk mengompol.
  • Jika Anda perokok, maka harus berusaha untuk berhenti sesegera mungkin, karena nikotin dapat mengiritasi kandung kemih.
  • Pastikan kebiasaan BAB Anda juga terjadwal.
  • Penanganan lainnya berupa terapi menggunakan obat-obatan. Obat yang kerap digunakan untuk menangani gejala beser adalah obat anti kolinergik / anti muskarinik /beta agonis yang dapat merelaksasikan kandung kemih. Obat ini bekerja dengan menghalangi sinyal dari sistem saraf yang memerintahkan kandung kemih untuk berkontraksi. Serta dapat mengurangi intensitas kontraksi pada kandung kemih, sehingga mampu untuk menampung urin sebagaimana normalnya.
  • Untuk penggunaan obat-obatan harus berkonsultasi ke dokter.  Nantinya, dokter akan memeriksa kondisi sembari menemukan penyebab buang-buang air kecil. Pasalnya, kondisi ingin kencing terus-menerus ini bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami penyakit tertentu. Itulah mengapa beser tidak boleh anggap sepele?

Kesimpulan

Kini Langkahku telah mengetahui penyebab serta tips untuk mengatasi beser saat traveling, kan? Mulai sekarang jangan menganggap beser sesuatu yang wajar, karena secara tidak langsung bisa mempengaruhi hidup seseorang. Dan jangan salah paham tentang beser ini, sehingga menjadikan kamu membatasi asupan cairan. Alih-alih dapat meredakan gejala beser malah dapat mengakibatkan masalah pada kandung kemih. Apabila ingin mengetahui lebih detail mengenai penyakit beser ini, Langkahku bisa kunjungi website di https://www.beser.id/ atau bisa langsung follow instagramnya di @beser_indonesia. Selamat travelling dan waspada beser.

Jangan menganggap beser itu wajar, karena secara tidak langsung bisa mempengaruhi hidup seseorang
Jangan menganggap beser itu wajar, karena secara tidak langsung bisa mempengaruhi hidup seseorang /Foto: Dokumentasi langkahdody.com

Anda mungkin juga menyukai:

4 Komentar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.