Hai Langkahku! Seperti yang kita ketahui bahwa awal tahun 2020 kemarin, kawasan Jobodetabek dilanda banjir. Berdasarkan data BMKG, banjir kali ini akibat curah hujan ekstrem dengan intensitas tertinggi yaitu 377 mm/hari. Angka ini dua kali lebih tinggi dari batas curah hujan ekstrem biasanya loh Langkahku. Ditambah lagi waktu hujan berlangsung lama, sehingga aliran air melebihi kapasitas saluran air. Bencana banjir di Jakarta memang bukan pertama kali, tapi banjir kali ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, banjir awal tahun ini berdampak pada wilayah-wilayah yang biasanya idak terdampak banjir. Sehingga tidak sedikit warga Jakarta yang mengeluhkan kalau baru kali ini daerah mereka terkena banjir.

Langkahku tahu gak ternyata banjir itu tidak selalu terkait dengan tingginya curah hujan loh. Pada tahun 2014 misalnya, data BMKG mencatat curah hujan pada tahun 2014 tidak tergolong curah hujan ekstrim. Namun, luas banjir di tahun itu terbesar dibandingkan tahun-tahun lainnya. Dengan demikian, ada hal lain yang menyebabkan parahnya banjir ibu kota selain masalah tingginya curah hujan. Nah ini yang sedang diperdebatkan oleh Bapak-Bapak Petinggi Tanah Air. Ada yang berpendapat harus rutin normalisasi dan naturalisasi, ada pula yang berpendapat pengendalian air di hulu. Kalau menurut Langkahku kira-kira apa ya? yang tahu bisa jawab di kolom komentar deh. Biarkan Para Bapak Petinggi itu berdebat soal sebab, tapi kita sebagai Warga Jabodetabek intinya harus jaga kebersihan aja. Jangan buang sampah sembarangan dan peduli lingkungan sekitar.

Awal tahun baru Jakarta dilanda banjir.
Awal tahun baru Jakarta dilanda banjir /foto: Dokumentasi Pribadi

Apa yang harus dilakukan jika belum dilanda banjir?

Jika Langkahku sudah tau penyebab banjir tentu Langkahku juga harus tahu akibat banjir. Tidak maukan rumah Langkahku penuh dengan lumpur, sampah bahkan masuk hewan liar. Tidak maukan harta benda Langkahku terendam air lalu rusak dan berakhir di tempat pembuangan. Tidak maukan Langkahku tidak nyaman tinggal di rumah dan akhirnya mengungsi. Dan yang paling penting pasti Langkahku tidak mau sakit karena kebanjiran kan? Nah jadi kalau tidak mau yuk mari kita jaga lingkungan kita. Mulai peduli dengan lingkungan kita mulai hal yang terkecil. Contohnya seperti apa:

  • Dengan tidak membuang sampah sembarangan
  • Membuat bio pori di halaman rumah
  • Menanam pohon
  • Tidak cepat mengganti produk yang masih bisa dipakai
  • Berkreatifitas mendaur ulang produk bekas
  • Membawa kantong belanja
  • Membawa botol minum dan masih banyak hal lainnya

Tetapi apabila kita telah melakukan semua hal tersebut tetapi rumah kita masih banjir? Apakah kita harus berhenti melakukan hal tersebut? toh sama aja melakukan hal itu atau tidak, dampaknya banjir-banjir juga. Nah ini dia pemikiran yang salah. Memang banjir itu tidak dapat ditolak namanya musibah mau tidak mau kita harus menerimanya. Tapi hal-hal baik itu jangan berhenti di Langkahku, sebarkan hal positif itu ke teman-teman kamu, saudara, dan ke orang lain. Lambat laun semua orang pasti akan peduli dengan hal-hal tersebut. Jadilah contoh dan berbuatlah baik maka semuanya akan terdampak baiknya.

Bentuk kepedulian kita agar tidak dilanda banjir salah-satunya adalah menanam pohon sebagai daerah resapan.
Bentuk kepedulian kita agar tidak dilanda banjir salah-satunya adalah menanam pohon sebagai daerah resapan /foto: Dokumentasi Pribadi

Hal Yang harus dilakukan jika Langkahku baru pertama kali dilanda banjir

Biasanya warga Jabodetabek lebih paham nih hal yang dilakukan saat banjir. Tapi tidak berlaku bagi Langkahku yang baru pertama kali terdampak banjir. Nah sebagai orang Jakarta yang sering dilanda banjir kali ini Gue akan memberikan tips yang dilakukan saat banjir dari urutan yang pertama ya Langkahku

  1. Lihat Info perkiraan cuaca terbaru dari BMKG
  2. Jangan panik dan persiapkan tas untuk memasukan dokumen-dokumen penting dan harta benda yang berharga di dalamnya.
  3. Rapihkan baju yang ada di dalam lemari, masukan ke dalam tas, karung atau selimut dan tutup dengan pelastik lalu letakan di tempat yang tinggi.
  4. Selalu lihat situasi dan kondisi di depan rumah, dengan melihat saluran air, dan kamar mandi.
  5. Naikan barang-barang elektronik ke lantai dua, apabila tidak ada naikan ke atas meja atau tempat yang tinggi.
  6. Hadang pintu menggunakan papan agar sampah tidak masuk ke dalam rumah.
  7. Cabut selang kompor dari tabung gas dan simpan tabung gas di tempat yang lebih tinggi.
  8. Matikan listrik apabila tinggi air sudah tidak terkendali
  9. Hubungi orang-orang terdekat Langkahku dan beri tahu kejadian yang sedang Langkahku alami.
  10. Hubungi nomor darurat apabila perlu evakuasi dan selalu tenang menghadapi bencana
Menaikan barang-barang di tempat yang lebih tinggi saat dilanda banjir .
Menaikan barang-barang di tempat yang lebih tinggi saat dilanda banjir /foto: Dokumentasi Pribadi

Sesudah banjir apa yang harus dilakukan?

Nah saat ini adalah realita di mana rumah Langkahku yang terkena banjir harus segera mungkin dibersihkan. Nah Gue juga ada tipsnya nih untuk Langkahku yang baru pertama kali bersih-bersih rumah paska banjir. Berikut adalah urutannya

  1. Buka semua pintu dan jendela rumah Langkahku agar sirkulasi udara lebih cepat. Dan kuras air kotor yang ada di dalam rumah.
  2. Pisahkan barang-barang yang rusak dan sudah tidak bisa dipakai dengan barang-barang yang masih bisa dipakai dan keluarkan semua.
  3. Alirkan air bersih ke dalam rumah, mulai dari lantai, tembok dan peralatan rumah tangga seperti meja kursi dan tempat tidur.
  4. Setelah membilas lumpur dengan air bersih kemudian tuangkan pembersih lantai/ karbol/ pewangi lantai dan mulai menyikat dari tembok sampai lantai.
  5. Diamkan beberapa menit agar wangi pembersih menyebar dan bau amis serta lumpur mulai menghilang.
  6. Sambil menunggu ruangan yang kita bersihkan, Langkahku bisa membersihkan alat-alat yang terkena lumpur dan barang elektronik yang masih bisa dipakai.
  7. Jangan membuang sampah bekas banjir di selokan atau di kali, tunggu petugas kebersihan datang untuk diangkut.
  8. Setelah bau amis dan lumpur menghilang barulah bilas semua tembok dan lantai dengan air bersih kembali.
  9. Periksa listrik dalam keadaan kering dan kamu pastikanlistrik sudah bisa digunakan, Kalau sudah bisa nyalhkan AC atau kipas angin agar lantai dan tembok cepat kering. Kalau sudah kering masukan barang-batrang yang sudah dibersihkan.
  10. Semprotkan disimpektan ke lantai, tembok dan semua alat funiture seperti meja, lemari, tempat tidur, agar tidak ada kuman dan bakteri.
Penyemprotan disinfektan itu penting agar tidak menimbulkan sarang penyakit akibat banjir.
Penyemprotan disinfektan itu penting agar tidak menimbulkan sarang penyakit akibat banjir /foto: Dokumentasi Pribadi

Itulah tips dari Gue yang sudah mengalami banjir berkali-kali semoga tips ini bisa membantu Langkahku yang baru pertama kali terkena bencana banjir. Untuk banjir tahun 2020 ini BNPB telah membuat Posko Logistik Banjir di Jakarta selengkapnya bisa cek di sini. Jadi Langkahku yang membutuhkan bantuan logistik bisa menghubungi nomor yang tertera di artikel tersebut ya. Semoga bencana banjir di Jabodetabek tidak ada lagi dan kita bisa hidup nyaman, tentram dan aman.

Harapannya semoga kita bisa beraktifitas kembali dan rumah kita tidak menjadi lautan yang dilewati perahu.
Harapannya semoga kita bisa beraktifitas kembali dan rumah kita tidak menjadi lautan yang dilewati perahu /foto: Dokumentasi Pribadi

You might also enjoy:

8 Comments

  1. I was very pleased to find this web-site.I wanted to thanks for your time for this wonderful read!! I definitely enjoying every little bit of it and I have you bookmarked to check out new stuff you blog post.

  2. Rasanya sedih melihat teman-teman di Jakarta dan wilayah lain yang terkena banjir di awal tahun ini euy. Semoga semuanya bisa digantikan dengan yang lebih baik lagi.

    Suka atau tidak suka, sebagai penduduk yang tinggal di negara dengan bencana alam, kita memang seharusnya bisa mempersiapkan diri sedini mungkin untuk menghadapi bencana, meskipun daerahnya punya kemungkinan kecil terkena bencana.

    mungkin bisa mencontoh proses mempersiap diri menghadapi bencana seperti negara Jepang, yang hingga anak TK pun diajari. Mudah2an kita juga bisa melakukannya.

    tetap semangat, mas.

  3. Sedih banget deh awal tahun ini lihat berita banjir dimana-mana
    Teman-teman bahkan banyak yang sebelumnya gak pernah kebanjiran, kali ini kena parah
    Semoga musibah ini yang terakhir dan tak terulang lagi

  4. Wah tipsnya sebagian sudah saya lakukan nih, kalau hujan lebat lebih dari 2 jam di rumah pasti udah prepare naikin barang2 berharga sambil mantau kondisi air di luar rumah lancar atau tidak.

  5. Turut prihatin ya, Mas. Kalau saya, no comment dulu tentang naturalisasi atau normalisasi karena hal-hal seperti ini kadang-kadang saya merasa sebagai masyarakat awam hanya tau dasarnya aja. Apalagi saya juga bukan ahli di tata kota, lingkungan, atau semacamnya. Saya hanya berharap, apapun keputusannya akan terbaik baik semua masyarakat.

    Saya setuju dengan langkah-langkah yang ditulis di sini. Setidaknya sebagai masyarakat juga bisa ikut andil untuk menjaga lingkungan. Apalagi tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi. Pastinya lebih paham bagaimana memberi solusi saat banjir datang dan pasca banjir

  6. Ikut prihatin atas musibah banjir yg terjadi di Jakarta & sekitarnya awal tahun ini, semoga ke depannya semua pihak bisa mempersiapkan langkah yg diperlukan.
    Trima kasih utk tips2 nya ygmenarik & bermanfaat

  7. Hai doddd, turut prihatin dengan keadaan kemarin yg menimpa kamu dan keluarga ya khususnya. Aku pun pernah menjadi korban banjir, waktu itu masih SMP dan inget banget gimana rasanya jadi pengungsi. Semoga cepat berlalu dan terus semangat beberesnya

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *