Hello Langkahku, Beberapa hari yang lalu Gue baru saja pulang dari liburan murah. Tempatnya sih tidak begitu jauh dari ibu kota. Hanya 3 jam perjalanan menaiki kereta api yang tarifnya sungguh manusiawi. Kota ini adalah Cirebon. Daerah asal empal gentong ini menjadi destinasi yang Gue akan bahas kali ini. Artikel ini bisa Langkahku ikuti sebagai refrensi tempat wisata dekat dan murah. Cirebon juga bisa Langkahku explore sendirian loh, seperti yang Gue lakukan beberapa hari yang lalu. Kira-kira liburan ke Cirebon 2 hari 1 malam kemana saja ya? Dan inilah destinasi Gue.

Hari pertama Explore Cirebon

Kereta api adalah transportasi paling tepat kalau Langkahku berpergian sendiri ke Cirebon. Ini dikarenakan kereta api adalah transportasi umum yang murah, nyaman dan yang paling penting adalah terdapat dua stasiun kereta api besar di Cirebon. Pagi hari adalah waktu yang tepat memilih keberangkatan kereta dari Sasiun Pasar Senen maupun Stasiun Gambir. Tergantung budget Langkahku, Kalau kemarin Gue naik dari Stasiun Pasar Senen menuju Stasiun Cirebon. Menaiki kereta Argo Tawang Jaya Premium dengan harga tiket Rp 130.000,-

Sesampainya di Cirebon Pukul 10.00 WIB Gue langsung mencari sarapan khas cirebon yaitu Docang. Docang adalah makanan berupa lontong, tauge, parutan kelapa ditambah dengan daun singkong dan taburan kerupuk. Lalu disiram kuah panas, sambal docang dan oncomnya. Pokoknya sarapan pagi yang sempurna karena harga nya hanya Rp 10.000,-/porsi. Selesai sarapan Gue langsung menuju destinasi Gue yang pertama yaitu Taman Sari Goa Sunyaragi.

Goa Sunyaragi

Memasuki kawasan ini Langkahku akan terpukau dengan bangunan yang mirip dengan candi. Batu karang dengan segala detail bangunannya bikin tangan Langkahku gak sabar untuk mengeluarkan kamera. Dahulu Goa ini berfungsi sebagai meditasi dan pernah juga sebagai tempat mengatur startegi perang melawan Belanda. Sekarang Langkahku bisa menikmati Goa ini dan mengulik sejarahnya. Goa ini terletak di Jalan Brigjend AR Dharsono, Kelurahan Sunyaragi, Kesambi Cirebon Jawa Barat. Dengan luas area hingga 15 hektar, Langkahku akan takjub karena tempat ini berada di pusat kota. Harga tiket masuknya Rp 10.000/orang. Pokoknya Langkahku wajib banget ke tempat ini Kalau ke Cirebon ya.

Explore Cirebon : Berfoto dengan latar belakang Goa Sunyiragi dengan detail batu yang menakjubkan
Berfoto dengan latar belakang Goa Sunyiragi dengan detail batu yang menakjubkan /foto: Dokumentasi pribadi

Setelah menghabiskan waktu berkeliling kompleks Goa Sunyaragi Gue langsung menuju Masjid Raya At-Taqwa Cirebon untuk menunaikan shalat dzhur. Masjid ini adalah masjid terbesar di Kota Cirebon. Selesai shalat Gue langsung menuju hotel untuk istirahat, bersih-bersih dan tidur sebentar. Kemudian Gue mencari makan siang di Pasar Tradisional Kanoman. Nah di sini banyak pilihan makanan, Langkahku bisa pilih apa saja yang Langkahku inginkan dengan harga murah. Akhirnya Gue makan siang dengan Nasi Jambalang yang merupakan makanan khas Cirebon juga. Sehabis itu Gue tutup dengan hidangan khas Cirebon lainnya, yaitu tahu gejrot. Di sini ada Tahu Gejrot yang enak banget, namanya Tahu Gejrot Mang Wardi. Mau tahu rasanya? Hmm langsung coba sendiri ya, harganya cuma Rp 10.000,-/porsi kok. Setelah makan dan jajan Gue langsung menuju destinasi yang ke dua dihari ini yaitu Setu Patok.

Setu Patok

Tiga Puluh menit dari Kota Cirebon terdapat danau buatan yang bernama Setu Patok. Di sini Langkahku bisa menikmati danau buatan dikelilingi dengan rawa, bukit dan persawahan. Langkahku akan melihat aktivitas warga setempat di Setu Patok ini seperti memancing, berenang atau sekedar duduk santai di pinggir danau. Setu Patok ini dahulu tujuan wisata Kota Cirebon yang ramai. Tetapi saat ini Setu Patok menjadi sepi dan mulai tak terurus. Kalau lagi beruntung Langkahku akan melihat keindahan Gunung Ceremei.

Di sisi lain dari Setu Patok ini terdapat desa pengrajin batu loh. Untuk tiket masuk, parkir dan toiletnya gratis tanpa di pungut biaya. Langkahku juga bisa ke atas bukit, bisa menyewa perahu atau berkendara di sisi lain dari Setu Patok. Tarif untuk menaiki perahu adalah Rp 20.000/orang. Dari atas bukit Langkahku akan melihat keindahan Kota Cirebon terutama Kecamatan Mundu. Jalan Tol yang kokoh, laut yang luas, rawa-rawa yang syahdu, hamparan sawah yang memukau dan pastinya Setu Patok yang tenang. Untuk naik ke atas bukit memerlukan tracking sekitar 15-20 menit saja. Yuk ramaikan Setu Patok lagi Langkahku.

Explore Cirebon : Melihat keindahn setu patok dari atas bukit.
Melihat keindahn setu patok dari atas bukit /foto: Dokumentasi pribadi

Setelah menjelajahi Setu Patok, Gue juga menyempatkan untuk membeli es kelapa jeruk yang seger banget. Kemudian Gue singgah di Masjid sekitar untuk menunaikan Shlat ashar dan melanjutkan ke destinasi yang ke tiga. Nah sore hari pas banget nih untuk main ke pantai melihat sunset. Jadi Gue putuskan untuk mampir ke Pantai Kejawanan. Gue memilih pantai ini karena searah dengan tujuan Gue ke Pusat Kota Cirebon.

Pantai Kejawanan

Kalau sudah mendengar pantai pasti ekspetasi Langkahku adalah laut biru, dengan pasir putih dan bangku-bangku yang mengelilingi bibir pantai. Nah di Pantai Kejawanan ini semua yang dipikirkan itu sirna. Tapi ternyata tidak kalah indah loh Langkahku. Memang sih air lautnya tidak berwana biru melainkan cokelat, tapi ketika matahari terbenam airnya berubah menjadi jingga. Uniknya lagi hamparan pantai di sini sangat luas dan berwarna putih kecokelatan. Jadi Langkahku bisa berenang dan bermain di pantai tanpa harus takut tergulung ombak yang besar. Nah di sini juga terdapat dermaga buatan dari batu. Biasanya lokasi ini sebagai spot memancing para penikmatnya. Untuk yang tidak mau bermain air, Langkahku bisa berkeliling pantai menggunakan perahu yang disewakan nelayan, Harga perorang hanya Rp 20.000,- saja. Untuk harga tiket masuknya hanya Rp 500,- atau Gope haha murah banget kan. Jadi sudah siapkah Langkahku menikmati pantai yang merupakan pantai terindah kepunyaan Kota Cirebon ini?

Explore Cirebon: Keindahan pantai terindah di Kota Cirebon, cocok saat melihat sunset
Keindahan pantai terindah di Kota Cirebon, cocok saat melihat sunset /foto: Dokumentasi pribadi

Setelah bermain di Pantai Kejawanan, melihat kapal-kapal nelayan dan keindahannya gue memutuskan untuk kembali ke hotel. Kebetulan Gue menginap di salah-satu kamar Airy di pusat kota yaitu Airy Eco Grage Cangkring Tengah 22. Alasannya selain murah, hotel ini dekat dengan pusat kota, mall, dan tempat makan hits lainnya. Semalam hanya Rp 130.000,- saja bahkan bisa dapat potongan lagi kalau ada diskon di aplikasi Airy. Untuk mengetahui peran Airy bagi Indonesia bisa cek di artikel ini.

Explore Cirebon hari pertama ditutup dengan makan malam

Setelah sampai hotel Gue mandi, Solat dan siap siap untuk kulineran malam di Kota Cirebon. Malam ini Gue akan makan malam dengan makanan favorit Gue di Kota Cirebon yaitu Empal Gentong. Banyak sekali penjual Empal Gentong di dekat hotel tetapi yang menjadi rekomendasi Gue adalah Empal Gentong Haji Apud. Ada empat menu yang menjadi andalan yaitu empal gentong, empal asem, sate kambing dan sate ayam. Harga perposi mulai dari Rp 25.000,- saja. Jadi siapa yang penasaran dengan Empal Gentong satu ini langsung aja mampir ke Cirebon ya Langkahku. Setelah makan empal gentong Gue kembali ke hotel untuk beristirahat seraya merenggangkan otot-otot yang tegang. Sesampainya di hotel Gue langsung solat, rapih-rapih dan tidur berharap besok Gue bangun pagi untuk melanjutkan destinasi selanjutnya.

Hari ke dua Explore Cirebon

Suara adzan subuh terdengar dari balik jendela kamar Hotel Airy Gue. Dan hari ini Gue siap explore cirebon untuk menikmati keindahan di setiap sudutnya. Gue langsung pergi mandi dan melanjutkan Solat subuh. Langsung saja pukul 5.00 WIB Gue tancap gas menuju destinasi pilihan yang sudah Gue rancang semalam. Destinasi di hari ke dua ini merupakan tempat wisata di Kabupaten Kuningan. Nah koh Kuningan? Iya walaupun Kabupaten Kuningan, tempat wisata ini dekat dengan Kota Cirebon. Jaraknya hanya memakan waktu 45 menit dari hotel yang Gue tempati. Dari Cirebon melewati Jalan Haji Juanda lalu belok kiri menuju Jalan RE Martadinata di Cijoho. Kemudian ikuti jalan sampai bertemu bunderan Taman Kunci bersama, Ikuti jalan terus sampai menemukan Pintu masuk Kawasan Taman Wisata Gunung Ceremei. Langkahku akan melewati destinasi wisata Telaga Nilam, Telaga Remis, dan Taman Wisata Gunung Ceremei. Berakhir di Telaga Biru Cicerem. Nah penasaran kan dengan destinasi tersebut? Berikut adalah detailnya.

Telaga Biru Cicerem

Telaga Biru Cicerem berada di Kaki Gunung Ciremei dan masuk ke dalam Kawasan Taman Wisata. Telaga ini memiliki ke dalaman 5 meter. Terdapat pepohonan yang besar di sekitar telaga. Air biru yang jernih dengan banyaknya ikan di dalamnya membuat siapa saja yang datang berdecak kagum. Walaupun banyak ikan di dalamnya ternyata air dari telaga ini tidak berbau amis loh Langkahku. Di tempat ini tidak boleh memancing tetapi bisa bersantai atau berenang di pinggir telaga. Ada spot foto seperti ayunan dan bisa juga memakai laybag untuk mengapung di atas Telaga. Suhu udara di Telaga biru ini sangat sejuk jadi jangan lupa memakai jaket ya Langkahku. Untuk harga tiket masuknya hanya Rp 5,000,-/orang. Jadi jangan lupa membawa kamera untuk menikmati keindahan Telaga Biru Cicerem Langkahku.

Explore Cirebon : Keindahan Telaga Cicerem yang bikin Gue kagum, datangnya saat matahari terbit ya Langkahku
Keindahan Telaga Cicerem yang bikin Gue kagum, datangnya saat matahari terbit ya Langkahku /foto: Dokumentasi pribadi

Setelah berfoto-foto menikmati matahari terbit yang cahayanya menembus pepohonan, Gue langsung menuju destinasi yang ke dua explore cirebon kali ini yaitu Telaga Remis. Sebelum Gue ke Telaga Remis Gue menyempatkan untuk singgah di taman dengan batu-batu yang indah. Karena menarik perhatian Gue jadi Gue sempatkan foto-foto di lokasi tersebut. Soalnya unik banget Langkahku, seperti batu karang di laut tetapi ini ada di Kaki Gunung Ceremai. Setelah foto- di taman batu tersebut Gue melanjutkan ke Telaga Remis.

Explore Cirebon: Lewat dan berfoto di taman batu dikarenakan keunikannya.
Lewat dan berfoto di taman batu dikarenakan keunikannya /foto: Dokumentasi pribadi

Telaga Remis

Suasana asri bercampur dengan udara yang sejuk membuat Telaga Remis sangat pas dijadikan tempat untuk sekedar melepas kepenatan. Telaga di Desa Kaduela, Kecamatan Mandirancan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat menyuguhkan pemandangan pepohonan pinus hijau yang menjadi daya tariknya. Fasilitas nya pun sudah lengkap seperti parkir, toilet, tempat makan bahkan wahana wisata pun tersedia. Seperti adanya wahana sepeda air yang bisa Langkahku coba. Bisa di bayangkan deh Langkahku Keindahan di Telaga Remis ini. Oiya Gue cuma mau berpesan kepada Langkahku semua apabila langkahku habis makan, kemasannya dibuang ke tong sampah ya. Karena ketika Gue ke sana penjaga wisata sangat bekerja keras buat ngumpulin sampahnya.

Di Telaga Remis Langkahku juga bisa membeli buah tangan kas tempat itu apalagi kalau bukan kerang remis. Remis adalah sejenis kerang yang hidup di air tawar. Remis ini banyak sekali di Telaga jadi warga setempat menyebutnya Telaga Remis. Setelah bermain di Telaga Remis, Gue langsung menuju ke destinasi yang ke tiga yaitu Telaga Nilam. Jarak antara Telaga Remis dan Telaga Nilam tidak begitu jauh, mungkin hanya 5 menit menggunakan sepeda motor.

Telaga Remis bisa bikin pikiran tenang karena suasana yang disajikannnya.
Telaga Remis bisa bikin pikiran tenang karena suasana yang disajikannnya /foto: Dokumentasi Pribadi

Telaga Nilam

Telaga Nilam adalah sebuah telaga yang mempunyai air yang sangat jernih dan banyak sekali hidup ikan nilam. Sebuah telaga biasanya tidak diperbolehkan untuk berenang tetapi di Telaga Nilam ini LAngkahku boleh banget berenang. Dengan hanya membayar tiket masuk Rp 5.000,-/perorang Langkahku bisa berenang dengan pemandangan alam yang Indah. Di sekeliling telaga nilam di tumbuhi pohon-pohon rindang. Air di Telaga Nilam sangat jernih sehingga Langkahku bisa melihat langsung dengan mata telanjang dasar dari telaga. Terdapat dua kolam yang Langkahku bisa coba yaitu kolam dangkal dan dalam. Untuk fasilitas di sini juga sudah lengkap banget. Terdapat warung, kamar ganti, toilet, parkir, dan ada juga home stay loh. Jadi kalau ke sini Langkahku wajib banget buat bawa baju ganti ya.

Telaga Nilam menawarkan telaga yang bisa untuk berenang dengan ikan nilam dan air yang jernih
Telaga Nilam menawarkan telaga yang bisa untuk berenang dengan ikan nilam dan air yang jernih /foto: Dokumentasi Pribadi

Hari semakin siang dan saatnya Gue kembali Ke Kota Cirebon. Gue langsung menuju hotel untuk bersih-bersih, rebahan sebentar, rapih-rapih dan chek out. Setelah chek out Gue langsung menuju Pasar Kanoman Lemahwungkuk, Cirebon. Sembari makan siang Gue juga kan membeli oleh-oleh manisan di Shinta. Sekaligus membeli kue khas Cirebon. Kue khas Cirebon yang Gue cicipi pertama adalah apem yang memiliki rasa yang gurih bercampur manis. Manisnya berasal dari gula aren yang disiramkan di atasnya, rasanya bikin nagih seporsi hanya Rp 6.000,-. Yang ke dua gue membeli kue tapel. Langkahku harus coba banget makanan ini karena bentuknya seperti leker tapi dari beras ketan. Rasanya gurih manis bercampur pisang. Selesai dari Pasar Kanoman Gue harus pulang menuju Stasiun Cirebon untuk kembali ke Jakarta. Jadi Explore Cirebon kali ini tidak hanya mengexplore tempaty wisatanya juga mengexplore kulinernya.

Kesimpulan Explore Cirebon

Kalau Langkahku memilih kereta dengan keberangkatan malam, Langkahku bisa mampir ke 2 keraon di Cirebon ya untuk mengisi waktu tunggu di stasiun kereta. Itulah destinasi Gue meng-explore Cirebon kali ini. Jangan lupa pastinya untuk selalu ikuti perjalanan terbaru Gue ya. Dengan memfollow akun instagram Gue di @DSenjaya89. Untuk pertanyaan bisa komen di kolom komentar dan jangan lupa untuk tulis juga blog Langkahku, agar Gue bisa berkunjung juga. Sampaiu bertemu di destinasi lainnya Langkahku.

You might also enjoy:

5 Comments

  1. Someone essentially help to make seriously articles I would state. This is the very first time I frequented your website page and thus far? I surprised with the research you made to create this particular publish extraordinary. Great job!

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *