Halo Langkahku kembali lagi bersama gue di Langkah Dody. Kali ini gua mau membahas perjalanan guaeke salah-satu daerah di timur Jawa yaitu Banyuwangi. Perjalanan gue kali ini ditemani oleh satu komunitas yang udah besar banget yang isinya orang-orang pencinta jalan-jalan yang sebagian besar warga jakarta yaitu Backpacker Jakarta. Gue ceritain dulu nih seklias tentang Backpacker Jakarta. Backpacker Jakarta adalah sebuah komunitas travelling yang didirikan pada 5 April 2013 dan berpusat di Jakarta dan sekitaranya (Bogor, Tanggerang, Bekasi dan Depok). BPJ melakukan perjalanan ke setiap tempat wisata dengan menggunakan sistem sharecost (patungan). Kalau yang mau bergabung dengan komunitas ini info lengkapnya bisa buka websitenya di sini. Di sana kita bisa tahu info tentang BPJ dan apa itu BPJ. Perlu diketahui bahwa ini trip pertama gue bareng BPJ. Guetahu trip ini dari grup whatsapp yang setiap minggu bakal dishare info tripnya. Gak berfikir panjang gue langsung daftar ke CPnya. Pada saat itu gue whatsapp ke Ka Emil buat ikut trip ini dan dimasukin lah gue ke grup whatsapp, trip yang isinya adalah orang-orang yang ikut trip explore Banyuwangi. Di grup ini dibahas tentang persiapan perjalanan mengexplore Banyuwangi. Mulai dari apa saja yang dibawa, apa yang dilakukan di sana sampai berapa biaya yang harus dibayar untuk trip ini. Semua dibahas dalam grup itu.


Jumat, 18 Maret 2016, waktu telah tiba perjalanan kami dimulai. Sesuai kesepakatan di grup whatsapp meting point kita di Stasiun Senen pada pukul 13.30 WIB. Gue berangkat dari rumah menggunakan ojek online menuju Stasiun Pasar Senen pukul 11.00 WIB karena hari jumat jadi gue singgah di masjid dekat stasiun untuk menunaikan shalat jumat. Selesai shalat jumat gue ke stasiun senen. Disana gue menemukan teman-teman baru lagi yang sebelumnya gue hanya bisa berkomunikasi lewat whatsapp saja. Di sana gue bertemu dengan Dami, Dani, dan Febe mereka adalah teman-teman gue yang sebelumnya gue sudah kenal terlebih dahulu. Maklum kalau baru baru bawaannya malu-malu asal jangan malu-maluin aja ya. Satu demi satu peserta trip berdatangan sampai akhirnya pukul 14.15 WIB dan semua telah kumpul dan kita bersama-sama menuju peron stasiun untuk menaiki kereta api.

Kita bersama-sama mencari gerbong kereta yang kita duduki. kebetulan kita semua di satu gerbong. Di dalam gerbong semua saling berbicara ala kadarnya masih malu-malu. Saat itu gue satu bangku dengan Om Taufik yang baru gue kenal di kereta. dan gue kenalan juga sama yang lainnya yaitu Anisa, Ririn, Indra, Vilan, Abie, Mba Dian, Ka Emil, Mas Adhi, Wiwit, dan banyak lagi teman-teman lainnya yang jumlahnya tiga puluh limaan orang. Perjalanan dari Stasiun Senen ke Stasiun Pasar Turi memakan waktu empat belas jam, waw lama sekali ya. Di dalam gerbong kita habisakan waktu dengan bercanda, ngobrol-ngobrol, nyemil-nyemil dan tidur malam. Waktu menunjukan Pukul 02.00 WIB dan tanggalan pun berganti menjadi 19 Meret 2016. Kereta akan segara tiba di Stasiun Pasar Turi. Sang CP membangunkan teman-teman yang sedang tertidur agar bersiap-siap turun dari kereta.
Ini dia teman-teman satu elef gue
Sampailah kita di Stasiun Pasar Turi. Pukul 02.30 WIB. Kami semua dibawa oleh Sang CP ke parkiran untuk menaiki mobil elef. Kami menyewa dua mobil elef menemani perjalanan kami. Gue satu baris tempat duduk dengan Dami, Dani dan Indra, Belakang gue Febe Mba Dian, dan Bagus, depan gue ka Emil, Abie, dan dibelakang ada Wiwit, Ririn dan yang lainnya. Tujuan wisata kami yang pertama adalah Air Terjun Mandakaripura. Waw air terjun ini biasanya gue lihat di televisi sungguh menakjubkan. Sebentar lagi gue bisa lihat dengan mata kepala gue sendiri, benar-benar gak sabar gue ingin buru-buru melihat. Perjalanan dari Pasar Turi menuju Air Terjun Mandakaripura menghabiskan waktu tiga jam. Bergegaslah kami menuju Probolinggo dimana Air Terjun Mandakaripura berada.

Ini dia Air Terjun Mandakaripura 

Air Terjun Madakaripura adalah sebuah air terjun yang cantik dan masih berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru karenanya dapat menjadi destinasi tambahan bagi pendaki Gunung Bromo. Lokasi Air Terjun Madakaripura tidak terlalu jauh dari Gunung Bromo, tepatnya di dekat Desa Sapih, Kabupaten Lombang. Air Terjun Madakaripura diyakini sebagai tempat meditasi terakhir Patih Gajah Mada dari Kerajaan Majapahit. Air terjun yang menjulang tinggi ini dijuluki air terjun abadi karena tidak pernah berhenti mencurahkan air halus serupa curahan hujan bagi orang-orang yang dapat melintas di bawahnya. 

Kami berfoto di gerbang masuk tulisan Mandakaripura 

Pukul 05.30 WIB kami sampai di pintu gerbang Air Terjun Mandakripura. Kami terkejut dengan apa yang kami lihat saat itu, dikarenakan jalan masuk yang ditutup, toko-toko yang berantakan, toliet yang kotor dan banyak sampah berserakan, bagaikan tempat wisata yang tak berpenghuni. CP kita kebingungan. dan dua orang penduduk setempat menghampiri kami, dan bilang kalau tempat wisata ini ditutup dikarenakan ada beberapa hal. Dengan gigihnya CP kami bernegosiasi dengan warga setempat dan akhirnya kami menemukan kesepakatan bahwa kami semua boleh memasuki area tersebut dengan syarat harus kembali ke parkir mobil sebelum pukul 08.00 WIB. Dengan senang kami memasuki kawasan tersebut dengan badan yang masih letih dan muka yang masih kucel karena diperjalanan menuju tempat ini kami satu mobil tidur. 

Gue dan teman-teman sedang menuju air terjun utama Mandakaripura

Dari area parkir menuju kawasan air terjun kita harus berjalan kaki sekitar dua puluh menit. Sesampainya di kawasan air terjun tersebut kami berdecak kagum, kami harus melewati tebing-tebing yang di guyur air. Air terjun setinggi dua ratus meter ini merupakan air terjun tertinggi di Pulau Jawa dan tertinggi ke dua di Indonesia. Air terjun ini berbentuk ceruk yang dikelilingi bukit-bukit yang meneteskan air pada seluruh bidang tebingnya seperti layaknya sedang hujan, tiga di antaranya bahkan mengucur deras membentuk air terjun lagi. Dengan hati-hati kami menyelusuri aliran sungai untuk menuju air terjun utama. Gue bersukur sekali bisa sampai di air terjun seindah ini. Ini dia foto yang bisa kami abadikan dikawasan air terjun mandakaripura ini.

Kami menyelusuri tebing terjal tanpa memakai alat sefti. (jangan ditiru)
Gue naik pinggir tebing untuk menuju air terjun selanjutnya di kawasan Mandakaripura

Waktu menunjukan pukul 07.00 WIB saatnya kita balik ke parkiran sesuai negosiasi kami dengan warga sekitar. Ada satu peristiwa dimana salah-satu teman kami yang terjatuh dan kepalanya terbentur oleh batu. Langsung saja CP kami membawanya ke puskesmas terdekat untuk diberikan pertolongan, yang lain panik dan langsung menuju parkiran. Sesampainya di parkiran kami semua bergantian ke kamar mandi yang lumayan kotor karena baju kami basah untuk berganti pakaian. Selesai itu kami menuju ke toilet warga untuk mandi, yang lainnya sambil mengantri mandi, ada yang sarapan dan ada yang berkemas menuju tempat wisata berikutnya. Karena semua telah selesai akhirnya pukul 10.00 WIB kami semua menuju puskesmas untuk menjemput sang CP dan teman kita yang terjatuh tadi. Sebelumnya kami dikabarkan bahwa teman kita tidak begitu serius lukanya hanya saja keningnya kena dua jahitan. Sesudah menjemput, kami semua menuju tempat wisata selanjutnya yaitu Taman Nasional baluran. Waktu tempuh perjalanan dari probolinggo ke Taman Nasional Baluran adalah enam jam perjalanan. Lama sekali ya perjalannnya.

Suasana tracking dari Air Terjun Mandakaripura ke parkiran.

Masih dengan mobil elef yang sama dan waktu menunjukan pukul 12.00 WIB kami berhenti di salah satu rumah makan yang terdapat masjid. Di sana kami bergegas untuk makan siang dan bergantian untuk menunaikan shalat dzuhur. Dan pukul 13.00 WIB kami lanjutkan perjalanan kembali. Di dalam mobil kami habiskan untuk tidur dikarenakan lelah main air di Mandakaripura tadi pagi. Waktu menunjukan pukul 16.00 WIB kami telah sampai di pintu gerbang Taman Nasional Baluran. Mas Adhi dan Ka Emil ke pos registrasi untuk membeli tiket. Kami semua menunggu di mobil sekitar lima belas menit. Di Taman Nasional ini banyak sekali tempat wisatanya. Karena waktu kami terbatas jadi kami memilih untuk ke Savana Bekol saja. Dari pintu gerbang menuju Savana Bekol memakan waktu empat puluh lima menit dengan jalanan berbatu dan kendaran yang kami tumpangi berjalan lambat. Sesampainya di Savana Bekol pukul 16.45 WIB hal yang kita lakukan ya apalagi kalau bukan menikmati pemandangan Savana berasa di Afrika Selatan sambil berfoto-foto. Di Savana Bekol kami melihat hamparan padang savana, hutan dan Gunung Baluran. Tampak beberapa pohon besar tumbuh di tengah padang rumput. Savana Bekol sendiri memiliki luas sekitar 300 Ha dari total 10 ribu Ha luas savanna di Baluran, yang sekaligus merupakan savana terluas di Pulau Jawa. Mau lihat foto-foto keseruan kami ini dia.

Pintu Masuk Savana Bekol Baluran
Foto bersama peserta trip berlatar belakang Gunung Baluran 
Padang Savana Bekol dan kalau beruntung bisa melihat banteng rusa dan hewan liar lainnya.

Waktu menunjukan Pukul 18.00 WIB saatnya kami menunaikan shalat isya. Di Savana Bekol terdapat masjid yang bisa para pengunjung jadikan untuk shalat berjamaah. Kami semua memutuskan untuk menjamak shalat magrib kami dengan shalat isya dikarenakan kami harus melanjutkan perjalanan ketempat wisata selanjutnya. Selesai shalat kami menaiki mobil untuk bersiap-siap melanjutkan perjalanan utama kami yaitu menuju Kawah Ijen dan melihat keajaiban alam yang hanya ada dua di dunia yaitu Blue Fire. Lama perjalanan dari Taman nasional Baluran Ke Pintu gerbang kawah Ijen adalah lima jam dengan jalan menanjak dan berkelak-kelok. 

Sebelum pulang dari Savana Bekol gue berfoto dulu dengan ikonnya

Pukul 20.00 WIB kami memulai perjalanan dari Taman Nasinonal Baluran ke wisata selanjutnya. Pukul 21.00 WIB kami berhenti di rumah makan untuk makan malam dengan suasana pinggir laut. Pukul 22.00 WIB kami menuju mobil untuk melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen. Di dalam mobil kami manfaatkan untuk tidur agar pada saat mendaki kami tidak kelelahan. 20 Maret 2016 waktu menunjukan pukul 01.00 WIB kami telah sampai di gerbang masuk Kawah Ijen. Seperti biasa CP kami mengurus administrasi untuk menaiki Gunung Ijen dan yang lainnya membentuk mini grup. Gue berkelompok dengan Bagus, Febe, Mba Dian, Dani, Dami. .

Kami memulai perjalanan kami pukul 1.30 WIB, di perjalanan kami saling bercanda dan bersenda gurau, sambil ngobrol santai. Jalan menuju Kawah Ijen menanjak, pemandangan gelap, udara sangat dingin, beruntunglah cuaca saat ini sangat mendukung dan cerah. Disarankan kepada teman-teman memakai jaket tebal dan sarung tangan ya, karena memang dingin sekali. Sebagai informasi bahwa perjalanan wisata ke kawah Ijen dimulai dari Paltuding yang merupakan sebuah pos Perhutani di kaki Gunung Ijen. Dari sini terdapat jalan tanah menanjak ketinggian 2.400m dengan waktu tempuh dua jam dengan berjalan santai. Tiba di bibir kawah, kami turun untuk menuju pemandangan Blue Fire kami sadar bahwa pemandangan menakjubkan akan segera tersaji di depan mata. Blue Fire adalah fenomena alam yang unik dan hanya dapat dilihat di Kawah Ijen – Banyuwangi saja. Saking indahnya fenomena ini bahkan mengalahkan popularitas matahari terbit di Banyuwangi yang disebut sebagai matahari pertama di Jawa. Tak hanya itu, banyak wisatawan dari berbagai negara rela datang jauh-jauh sekedar untuk melihat penampakan si Api Biru di kawah Ijen. Dari sini pengunjung bisa melihat penambang-penambang belerang yang berada di dekat kawah. Untuk menuju ke kawah, pengunjung harus menuruni bebatuan tebing kaldera melalui jalan setapak yang juga biasanya dilalui oleh para penambang. Sapu tangan basah disini sangat diperlukan, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap menuju ke jalur penurunan. Beruntunglah gue bisa sampai tujuan melihat Blue fire didepan mata gue. Ini dia foto yang gue abadikan menggunakan Gopro Hero 4 silver gue.

Pemandangan Blue Fire dan hanya yang beruntung yang bisa melihat fenomena alam ini
Waktu menunjukan pukul 04.30 WIB saatnya gue naik ke bibir kawah dan turun dari kawah ijen. Gue, Bagus, Mba Dian, dan Febe bertemu kembali dan kami menuruni Gunung Ijen dengan jalur yang sama. Di perjalanan kami asik motret, bercanda sampai kita dijuluki lima langkah cekrek. Tidak terasa waktu menunjukan Pukul 07.00 WIB dan kami sampai di pos penjagaan. Kami berempat menuju warung untuk menikmati pisang goreng panas dan meminum segelas susu hangat untuk menghangatkan tubuh kami. Teman-teman yang lain masih di atas. Kami menunggunya sampai pukul 09.00 WIB. Semua sudah berkumpul saatnya kita kembali ke Satsiun Pasar Turi Surabaya

Suasana tracking menuju basecamp Kawah Ijen

Pukul 09.00WIB kami melanjutkan perjalanan menuju Surabaya. Mereka lelah sepertinya suasana di mobil hening semua tidur karena begadang semaleman. Waktu tempu perjalanan dari Kawah Ijen menuju Surabaya Pasar Turi adalah sembilan jam. Di jam 13.00 WIB kami beristirahat untuk mandi dan shalat Dzuhur di daerah Pasruan dan pukul 16.00WIB kami menyempatkan membeli oleh-oleh di daerah Siduarjo. 

Pukul 19.00 WIB kami sampailah di Surabaya. Kami semua masih mempunyai waktu dua jam sebelum kereta kami berangkat dari Stasiun Pasar Turi. Dua jam tersisa kami sempatkan ke Tugu yang menjadi ikon kota Surabaya yaitu patung Suro Dan Boyo. Patung ini berada di depan Kebun Binatang Surabaya. Patung ini terdiri atas dua hewan ini yang menjadi inspirasi nama kota Surabaya. Selesai berfoto-foto dan jajan di sekitaran Tugu kami bersiap-siap menuju Stasiun Pasar Turi agar tidak ketinggalan kereta. 

Berfoto bersama di ikonnya Surabaya

Pukul 21.00 WIB kami sampai di Stasiun Pasar Turi dan kami semua memasuki peron Stasiun Pasar Turi langsung menuju gerbong kereta yang sesuai dengan tiket kereta kami. Kereta berjalan dan menuju jakarta memakan  waktu empat belas jam. Keesokan harinya tanggal 21 Maret 2016 kami sampai di Jakarta dan kami semua pulang ke rumah masing-masing dengan selamat, dan membawa sejuta kenangan yang tak terlupakan.

Gue sangat senang mengikuti trip perdana gue bersama Backpacker Jakarta. Semoga gue bisa mengikuti trip yang diadakan BPJ dilain kesempatan. Terima kasih buat kalian yang sudah membaca pengalaman trip gue mengexplore Banyuwangi. Tunggu cerita gue di Langkah Dody selanjutnya.


Wisata yang gue kunjungi adalah Air Terjun Mandakaripura, Savana Bekol Baluran, Penanjakan Gunung Ijen dan Surabaya


You might also enjoy:

8 Comments

  1. You can certainly see your skills within the paintings you write. The arena hopes for more passionate writers like you who aren’t afraid to say how they believe. Always go after your heart. “Every man serves a useful purpose A miser, for example, makes a wonderful ancestor.” by Laurence J. Peter.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *