Langkahku, Siapa yang tidak mengenal Danau Toba, danau vulkanis terbesar se-Asia Tenggara yang terkenal dengan panoramanya yang indah. Lokasinya terletak di Provinsi Sumatera Utara, yang merupakan salah satu tujuan wisata andalan Indonesia yang masuk dalam daftar ’10 Bali Baru’. Danau Toba merupakan danau yang terbentuk akibat letusan Gunung Toba 74.000 tahun lalu. Setelah meletus, gunung ini membentuk kaldera yang kemudian terisi air hingga seluas 1.145 kilometer persegi. Saking luasnya, menjadikan Danau Toba sebagai danau terluas di Asia Tenggara dan menjadi danau vulkanik terbesar di dunia. Secara geografis, Ada tujuh kabupaten di Sumatera Utara yang mengelilingi Danau Toba yakni Kabupaten Samosir, Simalungun, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, Toba, dan Tapanuli Utara. Dengan adanya kemudahan transportasi saat ini, Langkahku sudan bisa mengunjungi kabupaten tersebut. Sebab dari kabupaten mana pun, Danau Toba terlihat mempesona.

Selain Danau Toba, masih terdapat berbagai destinasi wisata di sekitarnya dengan pemandangan yang tak kalah menakjubkan. Salah satunya adalah Pulau Samosir. Pulau ini tak hanya menyimpan berbagai legenda masyarakat, tapi juga menjadi sumber seni dan budaya etnis Batak Toba. Tak lengkap rasanya jika mengunjungi Danau Toba tanpa singgah ke Pulau Samosir. Apalagi saat ini Kementerian Perhubungan tengah mengembangkan sejumlah infrastruktur transportasi guna mendukung kemudahan transportasi di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Danau Toba.

Transmate Journey 2022 Kembali Ke Toba

Ini adalah Transmate Journey tahun ke tiga Gue. Sebelumnya Gue pernah mengikuti Transmate Journey Pertama ke Toraja dengan tema Konektivitas Transportasi. Dan tahun 2022 kemarin Transmate Journey Ke dua Gue Ke Palangkaraya dengan tema Dukungan Foodestate. Dan mengapa kami mengambil tema Kembali ke Toba sebab Danau Toba merupakan Lokasi yang pernah diulas oleh Transmate dua tahun lalu dań tahun ini Kami kembali lagi untuk melihat perkembangannya. Memang Transmate Journey itu apa? Langkahku bisa cek artikel ini ya. Transmate Journey 2022 ini sungguh berbeda dari Transmate Journey sebelumnya. Tahun ini kelompok kami mengangkat tema Kemudahan Transportasi, dengan tujuan reportase ke Danau Toba. Kemudian yang bikin berbeda lagi, tahun ini Gue pergi bersama ke tiga rekan Transmate Terpilih, yakni Irine, Leo, Salman semakin banyak dengan pengalaman perjalanan yang bereda pastinya. Penasaran yuk kita bahas satu per satu Langkahku!

Kemudahan Transportasi Udara Lewat Bandara Sisingamangaraja XII/Silangit

Dahulu kalau mau Berkunjung ke Danau Toba Langkahku harus pergi ke Kualanamu dan melanjutkan perjalanan darat sekitar tiga jam perjalanan. Sekarang dengan adanya kemudahan transportasi Langkahku bisa langsung menuju Bandara Sisingamangaraja XII/Silangit yang merupakan gerbang masuk ke KSPN Danau Toba. Nampaknya Bandara di Indonesia sudah mulai ramai paska pandemi Covid-19 yang sekarang berubah statusnya menjadi endemi. Terbukti saat Gue mendarat di Bandara ini sudah banyak aktivitas dan toko-toko mulai ramai. Oiya Bandara Sisingamangaraja XII atau lebih dikenal dengan Bandara Silangit ini sudah Internasional loh. Biasanya Bandara Silangit ini melayani rute Malaysia Silangit PP, tetapi saat tulisan ini dibuat penerbangan internasionalnya belum dibuka. Semoga secepatnya penerbangan internasionalnya berjalan normal.

Oiya Bandara Silangit ini bangunannya sungguh unik, memadukan unsur tradisional dan modernitas. Terlihat dari jauh atap bangunan Bandara Silangit berbentuk segitiga yang condong ke depan seperti atau rumah adat rumah batak yang bermakna hormat. Terdapat hiasan corak Gorga (batik khas Batak) dari 7 kabupaten di sekitar Danau Toba di setiap sudut dinding Bandara. Kerennya lagi terdapat alat musik tradisional Gondang dan Tagadin di rang tunggu Bandara. Alat musik ini Tidak hanya sebkha pajangan tetapi pada Hari tertentu petugas bandara akan memaiankannya, serasa menyaksikan live musik kearifan lokal. Selain itu ada juga dukungan Kementerian Perhubungan pada Bandara Silangit ini yaitu memperpanjang runway menjadi 2650 x 45 meter. Dengan begitu, pesawat berbadan besar bisa mendarat di Bandara Silangit sehingga bisa membawa lebih banyak wisatawan mengunjungi KSPN Danau Toba.

Kemudahan Transportasi Darat Menggunakan DAMRI

Tidak saja kemudahan transportasi udara, Langkahku juga akan merasakan kemudahan transportasi darat. Terbukti keluarnya Gue dari Bandara Silangit, sudah banyak mobil, angkot, dan kendaraan darat lainnya yang menyambut kedatangan para Penumpang. Dan tentu saja ada DAMRI juga yang menjadi pilihan Gue untuk keliling Danau Toba. DAMRI dari Bandara Silangit ini melayani trayek, Silangit-Ajibata, Silangit-Tarutung, Ajibata-SIantar, dan kerennya lagi ada berkeliling Pulau Samosir. Untuk tarifnya mulai dari Rp 10.000,- sungguh harga yang terjangkau ya Langkahku. Karena tujuan Kami ke Pulau Samosir jadi Gue memilih trayek Silangit menuju Pelabuhan Ajibata atau Pelabuhan Tigaraja. Setelah itu kami menyebrang ke Pelabuhan Lopo Parindo yang ada di Tomok Pulau Samosir. Pelabuhan Lopo Parindo di Tomok merupakan titik awal bus Damri mengelilingi Pulau Samosir dengan tarif mulai Rp 20.000,- saja. Pemesanan Tiket bisa menghubungi 081362994621 (Zainul).

Ada banyak wisata yang dapat Langkahku kunjungi saat naik bus DAMRI berkeliling Pulau Samosir dan Danau Toba antara lain; Tugu Becak, Pantai Pasir Putih Parbaba, Tugu Sepeda Siborong-borong, Bukit Sibea-bea, Air Panas Sipoholon Tarutung, Air Terjun Efrata, Pantai Batuhoda, dan masih banyak lagi. Tidak hanya tarif yang terjangkau, terdapat juga seorang pemandu perjalanan yang siap menemani dan menjelaskan tentang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba ini. Untuk jadwal keberangkatan Bus Damri mulai pukul 05.00 – 20.00 WIB atau bisa carter mobil melalui Nomor di atas ya. Pengalaman Gue menggunakan Bus DAMRI KSPN Danau Toba ini pastinya tarifnya terjangkau, pelayanannya prima, armada busnya bersih dan wangi dań trayeknya banyak sehingga kita bisa memilih tempat wisata yang ingin Langkahku datangi.

Kemudahan Transportasi Penyebrangan Danau

Awal tahun 2022, Presiden RI Joko Widodo meresmikan 7 (tujuh) pelabuhan penyeberangan dan 4 (empat) kapal penyeberangan di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. Pembangunan sarana dan prasarana oleh Kementerian Perhubungan ini dalam rangka meningkatkan konektivitas antar wilayah serta mendukung sektor pariwisata di KSPN Danau Toba. Sebab masyarakat di KSPN Danau Toba Sangat membutuhkan sarana dan prasarana tersebut untuk mendukung aktivitas dan mobilitas.

Total ada 13 pelabuhan yang akan dibangun dan 7 pelabuhan sudah diresmikan yang meliputi;

  1. Ajibata, Kabupaten Toba
  2. Balige, Kabupaten Toba
  3. Tiga Ras, Kabupaten Simalungun
  4. Simanindo, Kabupaten Samosir
  5. Marbun/Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan
  6. Muara, Kabupaten Tapanuli Utara
  7. Tongging di Kabupaten Karo

Dari 7 pelabuhan penyeberangan ini, Kami berkesempatan untuk mengunjungi 4 pelabuhan penyeberangan, yakni; Pelabuhan Ajibata, Pelabuhan Balige, Pelabuhan Simanindo, dan Pelabuhan Tigaras. Tidak hanya pelabuhan penyebrangan yang kami kunjungi, tetapi ada juga KMP Pora-pora salah satu dari 4 Kapal Motor Penumpang KMP yang baru diresmikan. Tetapi ke tiga KMP yaitu KMP Kaldera, Bus Air KMP Asa-asa, dan Bus Air KMP Jurung-jurung belum sempat kami coba. Semoga selanjutnya kami bisa mencoba ke tiga KMP tersebut. Oiya Selain 7 pelabuhan yang sudah diresmikan, masih ada 6 pelabuhan penyebrangan lainnya dari total 13 pelabuhan penyeberangan di Danau Toba yang saat ini sedang tahap pembangunan. Pelabuhan tersebut antara lain; Pelabuhan Silalahi di Kabupaten Dairi, Pelabuhan Ambarita, Onan Runggu, dan Sipinggan di Kabupaten Samosir, Pelabuhan Sigapiton dan Porsea di Kabupaten Toba.

Kesimpulan

Dengan adanya pembangunan dan kemudahan transportasi udara, darat, maupun angkutan danau yang semakin maju, tentu mendukung perkembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba sebagai destinasi super prioritas di Indonesia. Dan masyarakat sekitarpun mendapatkan manfaatnya secara langsung maupun Tidak langsung. Transmate Journey 2022 ini membuktikan bahwa dengan adanya projek stategis Kementerian Perhubungan di Wilayah KSPN Danau Toba menjadikan pariwisatapun makin bak dan makin laik kelas.

Anda mungkin juga menyukai:

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.