Matahari hampir menampakan cahayanya, Gue dan Nano berjalan dari Halte Transjakarta menuju Kantor Kumparan. Pagi ini Gue akan bertemu dengan sembilan belas orang terpilih untuk mengikuti Komit-Up 2 yang diadakan di Ancol. Komit-Up merupakan acara yang diadakan Kumparan melibatkan komunitas dan pembaca untuk berkumpul, bersenang-senang, tetapi juga memberikan manfaat untuk lingkungan sekitar.

Perkenalan peserta komit-up 2 kembali ke Ancol

Sesampainya di Kantor Kumparan kami saling tegur sapa. Satu-persatu para peserta berdatangan dan dikumpulkan di ruang serbaguna kumparan. Sebelum berangkat kami dibriefing tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Kami juga saling memperkenalkan diri satu persatu. Dimulai dari komunitas Gue yaitu Backpacker Jakarta terdiri dari Gue, Nano, Adhie, Febe dan Vivi. Dilanjutkan dengan komunitas Backpacker International ada Susy, Stanzha, Hariry, Hadad, dan Amy. Lalu dari Teman Kumparan ada Nita, Ladrina, Ilham dan Harris. Dan ada dari 6 orang pembaca terpilih yaitu Erisca, Pradipta, Ozzo, Tia, Setyo, Ayu.

Foto bersama sebelum berangkat ke Pulau Bidadari dalam acara Komit Up
Foto bersama sebelum berangkat ke Pulau Bidadari /foto: Dokumentasi Pribadi

Waktu menunjukan pukul 07.00WIB, saatnya kami berangkat menaiki bus menuju Ancol. Di dalam bus kami diberikan sarapan untuk mengganjal perut. Tak terasa satu jam berlalu, sampailah kami di Dermaga 16 Marina Ancol. Sebelum menaiki kapal cepat kami semua berkumpul di ruang tunggu. Waktu tempuh ke Pulau Bidadari hanya 20 menit. Kebetulan cuaca hari ini cerah dan ombak tidak terlalu besar. Satu-persatu kami menaiki kapal cepat tersebut. Di dalam kapal cepat berkapasitas 40 orang ini kami diberikan jaket pelampung. Memang kapal cepatnya tidak terlalu besar tetapi terdapat televisi dan ruangannya berpendingin loh.

Menaiki kapal cepat dari Dermaga Ancol Ke Pulau Bidadari hanya 20 menit /foto: Dokumentasi pribadi.
Menaiki kapal cepat dari Dermaga Ancol Ke Pulau Bidadari hanya 20 menit /foto: Dokumentasi pribadi

Pulau Bidadari tempat terselenggaranya Komit-up 2 Kembali Ke Ancol

20 menit berlalu sampailah kami di Pulau Bidadari. Bendera merah putih berkibar menyambut kami. Musik khas Batawi ondel-ondel terdengar menyapa kami. Minuman segar siap diteguk memaksa kami untuk mengambilnya. Kami semua disambut dengan kakak cantik dari Resort Pulau Bidadari ini. Sungguh terkejut gue melihat perubahan besar dari pulau ini. Dahulu tidak sekeren dan sebersih ini pokoknya wow banget. Selesai meneguk minuman kami semua dibawa ke Restoran Sunda Kelapa di lantai dua untuk mengikuti workshop. Sebelum workshop kita disediakan cemilan, kopi, dan teh menemani workshop pagi hari ini. Selesai ngeteh dan ngopi kami semua duduk untuk menjalankan aktivitas kami yang pertama. Sang pembawa acara Ario mulai berbicara dan kami siap untuk mengikuti workshop.

Workshop komit-up 2 kembali ke Ancol

Workshop pertama

Diisi oleh Haryadi Eko perwakilan dari PT. Pembangunan Jaya Ancol. Mas Eko menceritakan tentang garis besar Pulau Bidadari. Sekarang Pulau Bidadari sudah di kelolah oleh PT Pembangunan Jaya Ancol. Mas Eko menginformasikan bahwa PT Pembangunan Jaya Ancol mengelolah tempat rekreasi dan property. Seperti Dunia Fantasi, Taman dan Pantai Ancol, Sea World, Ocean Dreams Samudra, Atlantis Water Adventure dan usaha resorts property lainnya. Ada update terbaru juga kalau tahun ini Dunia Fantasi akan menambahkan 9 wahana baru yang diberi nama Dunia Kartun. Terdapat wahana untuk anak-anak dan orang dewasa pastinya. Jadi tidak sabar menunggukan mencoba wahana baru di Dunia Fantasi Ancol.

Hariadi Eko selaku perwakilan dari Ancol sedang menjelaskan Pulau Bidadari dan bisnis dari PT. Pembagunan Jaya Ancol /foto: Dokumentasi pribadi.
Hariadi Eko selaku perwakilan dari Ancol sedang menjelaskan Pulau Bidadari dan bisnis dari PT. Pembagunan Jaya Ancol /foto: Dokumentasi pribadi

Workshop ke dua

Diisi oleh Nara sumber yang sudah dikenal dikalangan travel blogger Indonesia yaitu Marischka Prudence yang mempunyai akun Instagram @Marischkaprue. Ia membagikan pengalaman perjalanannya dan bagaimana ia menulis blog pribadinya. Tema yang Prue angkat dalam workshop pertama yaitu How To Start Your Travel Journey Now. Prue mengungkapkan bahwa perjalanannya hingga menjadi tulisan melalui beberapa tahapan. Yaitu mencari informasi, menulis dan mengolah tulisannya lalu disebarkan. Jangan pernah malu menyebarkan tulisan yang kita buat karena tidak ada yang pernah tahu tulisan kita itu bagus atau jelek.

Tulisan yang kita buat itu harus memiliki informasi, bisa berbagi opini serta harus memberikan rasa dalam tulisan yang dibuat.

Marischka Prudence ,

Selesai memberikan pengalamannya Prue memberikan hadiah berupa dompet kecil yang unik yang dibagikan ke masing-masing peserta.

Mariscka Prudence sedang membagikan pengalaman perjalanannya /foto: Dokumentasi pribadi.
Mariscka Prudence sedang membagikan pengalaman perjalanannya /foto: Dokumentasi pribadi

Workshop ke tiga

Diisi oleh Mas Ikhwanul Habibi perwakilan Kumparan. Ia mengatakan bahwa jadi traveller itu jangan egois harus dermawan dan berbagi. Mau dibagikan di sosial media manapun boleh, mau berbagi di instagram, blog pribadi, facebook atau di story kumparan. Ia memberikan ilmunya mengenai beberapa jenis tulisan yang bisa dijadikan refrensi yaitu reportase dan listicle. Kalau reportase menceritakan secara narasi, mendeskripsikan apa yang kita rasakan. Sedangkan listicle menceritakan berupa list, misalkan tulisan saya yang berjudul 7 Hal Menarik Yang Bisa di Lakukan Di Pulau Bidadari.

Jaganlah pernah malu menunjukan tulisan kita ke orang lain karena tulisan perjalanan kita itu sangat membantu orang lain. Setiap perjalanan punya cerita dan cerita setiap orang dalam perjalanan pasti berbeda-beda.

Ikhwanul Habibi ,Kumparan
Mas Ikhwanul Habibi sedang menjelaskan cara menulis blog yang baik /foto: Dokumentasi pribadi
Mas Ikhwanul Habibi sedang menjelaskan cara menulis blog yang baik /foto: Dokumentasi pribadi

Setelah mengikuti workshop saatnya kami semua makan siang. Kami berbaris rapih untuk mengambil makanan yang sudah disiapkan oleh pihak Pulau Bidadari. Sambil makan kami diberikan kunci cottage untuk bermalam di Pulau Bidadari. Gw satu cottage bersama Hariri, Adhie dan Hadad. Untuk melihat tipe cottage nya bisa cek di sini. Selesai makan kami berfoto bersama narasumber dan seluruh Peserta Komitup Kumparan Kembali Ke Ancol. Selesai berfoto kami ke cottage masing-masing untuk istirahat solat dan menaruh barang-barang kami. 

Peserta berfoto bersama selesai acara workshop di hari pertama Komit Up.
Peserta berfoto bersama selesai acara workshop di hari pertama /foto: Dokumentasi pribadi

Berkeliling Pulau Bidadari

Kegitan selanjutnya adalah keliling Pulau Bidadari dipandu oleh Mas Dony. Kami berkeliling pulau yang luasnya 6 hektar ini. Yang mana 4 hektar dikelolah PT Pembangunan Jaya Ancol dan 2 hektar dikelolah Pemda Jakarta. Di lahan 4 hektar ini terdapat cottage unik yang diberi nama sesuai daerah di Jakarta. Seperti Cottage Kemayoran, Cottage Cikini, Cottage Senayan, Cottage Gandaria, dan Cottage Gelodok. Ada cottage unik diatas laut tetapi sudah tidak terpakai karena bangunannya sudah lapuk. Lalu terdapat lapangan basket, joging track, gedung hiburan yang di dalamnya terdapat meja biliyard dan ruang karoke. Ada juga dua restoran yaitu Sunda Kelapa Resto dan Gambir Resto. Menariknya terdapat infinity pool, tiga buah dermaga untuk spot memancing, dan pantai berpasir putih untuk berenang dan bermain air.

Uniknya lagi di Pulau Bidadari terdapat Benteng Martello II sebagai jejak sejarah pulau ini. Terdapat penangkaran rusa tutul dan juga hutan mangrove loh. Soal signal handphone jangan takut tidak ada ya Langkahku, karena dipulau ini terdapat menara pemancar. Sehingga signal lancar terus dan disediakan wifi gratis juga loh untuk para pengunjung pulau.

Bermain games ketangkasan

Selesai mengelilingi pulau kita semua melanjutkan kegiatan dengan memainkan games memancing. Peserta dibagi-bagi menjadi 5 team dan saya masuk ke tim 4 bersama Febe, Ozo dan Vivi. Pemenang dari game ini mendapatkan anual pas ke Ancol, Dufan, Sea World dan Atlantis. Semua team berlomba-lomba mendapatkan ikan terbanyak. Akhirnya team kami berhasil mendapatkan ikan terbanyak dan mendapatkan hadiahnya, pokoknya senang banget. Setelah memancing kami semua bergegas untuk makan sore di Restoran Gambir sambil menikmati matahari terbenam yang sangat indah. Kita juga bisa berenang di infinity poolnya loh. Suasananya dijamin tenang dan sangat romantis. Tidak bisa didapat di Jakarta belahan manapun. Tidak percaya? yuk coba menginap di Pulau Bidadari. Selesai berenang dan foto-foto dan makan kami langsung menuju cottage masing-masing untuk ISOMA.

Malam keakraban

Selesai ISOMA kami semua berkumpul di pinggir pantai untuk malam keakraban sambil BBQan. Kami semua membentuk setengah lingkaran sambil menikmati suara deru ombak dan menikmati angin pantai ditemani api unggun. Satu persatu masing-masing perwakilan memperkenalkan komunitasnya. Setelah selesai kami menikmati BBQ yang telah siap disantap. Kami semua menuju Restoran Sunda Kelapa untuk mengambil cemilan berupa jagung bakar, kacang rebus, ubi rebus, pisang rebus dan bandrek. Kami menghabiskan malam itu dengan bercerita dan berbagi pengalaman sampai kami mengantuk dan kembali ke cottage masing-masing. Mau tahu cerita Komit-Up Kembali Ke Ancol Bareng Kumparan Hari Ke Dua. Lanjut ke hari ke dua yuk? ngapain aja ya? di sini

Malam keakraban di Komit up kali ini para peserta menyalakan api unggun.
Malam keakraban para peserta dengan menyalakan api unggun /foto: Dokumentasi pribadi

You might also enjoy:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *