Setelah kemarin gue bercerita hari pertama Komit-up Bareng Kumparan Kembali Ke Ancol di sini, saatnya gue cerita dihari ke dua. Hari ke dua di komit-up kembali ke ancol bareng kumparan dimulai dengan kegiatan memburu sunrise di Timur Pulau Bidadari. Kali ini Gue memburu sunrisenya dengan Ka Adhie, maklum yang lainnya masih tidur lelap mungkin kecapaian.

Mengejar Sunrise di Pantai Tiga Warna mengawali acara Komit up bareng Kumparan di hari ke dua

Pagi itu masih sungguh gelap, air laut pasang dan angin sangat kencang. Gue dan Ka Adhie berjalan menuju Pantai Tiga Warna untuk melihat matahari terbit. Saat menuju lokasi Gue selalu waswas karena selain takut ada yang ikutin gue takut ada biawak lewat dikegelapan ini. Berjalan sekitar 10 menit dari cotage gue, akhirnya sampailah di Pantai Tiga Warna. Gue melihat para nelayan sedang asik mencari ikan sebelum mentari muncul. Gue dan Ka Adhie mempersiapkan kamera siap untuk memotret sang surya. Fajar telah menyingsing pagi dan mentari perlahan-lahan muncul menyinari laut Jawa. Sungguh pemandangan yang indah dan Gue masih gak percaya ini Di Jakarta. Setelah satu jam gue menghabiskan waktu di Pantai Tiga Warna akhirnya gue bergegas ke tempat selanjutnya yaitu Benteng Martello II.

Mengejar matahari terbit di timur Pulau Bidadari /foto: Dokumentasi pribadi.
Mengejar matahari terbit di timur Pulau Bidadari /foto: Dokumentasi pribadi

Benteng Martello II, spot foto yang instagramble banget.

Di Benteng Martello II, Gue dan Ka Adhie mengambil posisi buat motret. Setiap sudut benteng ini kami kelilingi. Gue selalu menjadi objek foto Ka Adhie dan Benteng Martello II sebagai latarnya. Memang sih Benteng Martello II ini tierlihat hancur tapi ini yang bikin foto menjadi instagramable. Benteng ini hancur karena penyerangan tentara Inggris untuk melindungi Pulau Onrust yang berada di seberang Pulau Bidadari ini. Benteng ini juga pernah dijadikan foto praweding artis-artis ibukota, maka dari itu benteng ini menjadi terkenal. Setelah asik berfoto-foto gue kembali ke cotage untuk bersih-bersih dan kembali melanjutkan aktifitas yang sudah dipersiapkan panitia Komit-up.

Berfoto di setiap sudut Benteng Martello II  /foto: Dokumentasi pribadi.
Berfoto di setiap sudut Benteng Martello II /foto: Dokumentasi pribadi

Meninggalkan Pulau Bidadari dan explore pulau sekitar di Komit up bareng Kumparan

Setelah bersih-bersih kami semua diminta untuk packing dan chek out dari cotage lalu berkumpul di Gambir Restoran untuk sarapan. Sebelum sarapan panitia mengajak kami untuk senam bersama dan mengikuti game ketangkasan. Gamesnya yaitu mengikuti suara yang diucapkan pemandu lalu kami melakukannya dengan kebalikannya. Misalkan kanan menjadi kiri, kiri menjadi kanan, depan menjadi belakang, dan belakang menjadi depan. Pemandu akan mengucapkan lebih dari satu arah secara berurutan. Sayangnya Gue kalah dalam games ketangkasan kali ini. Pemenang dalam games ini adalah Nano, Ka Adhie dan Tia. Setelah bermain games ketangkasan kita semua langsung sarapan pagi kemudian istirahat sejenak. Selesai sarapan kami semua bersiap-siap menaiki kapal untuk hoping island ke Pulau Kelor, Pulau Chipir dan Pulau Onrust.

Pulau Kelor yang mempunyai Benteng Martello I

Pulau pertama yang kami singgahi yaitu Pulau Kelor. Berjarak hanya 10 menit dari Pulau Bidadari, pulau ini luasnya hanya seukuran lapangan bola. Terdapat satu dermaga, warung, pos penjagaan dan satu bangunan yang sangat instagramable yaitu Benteng Martello. Wah ternyata Benteng Martello ada dua dan berfungsi sebagai benteng pertahanan pada masa penjajahan Belanda dahulu. Bedanya Benteng Martello di Pulau Kelor masih utuh dan masih berdiri tegak. Kami diberi waktu hanya 15 menit untuk berfoto bersama. Lalu kami melihat wisatawan asik dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang berfoto-foto, ada yang duduk di bawah pohon, dan ada juga yang berenang di tepian pantai. Selesai berfoto-foto kami semua langsung menuju kapal untuk melanjutkan perjalanan ke pulau yang ke dua yaitu Pulau Cipir.

Berfoto bersama peserta Komi-up dengan latar Benteng Martello di Pulau Kelor /foto: Dokumentasi pribadi
Berfoto bersama peserta Komi-up dengan latar Benteng Martello di Pulau Kelor /foto: Dokumentasi pribadi

Pulau Cipir yang mempunyai bangunan runtuh bekas asrama haji.

Sesampainya Pulau Cipir yang berjarak hanya 5 menit dari Pulau Kelor, kami disuguhi bangunan tua yang runtuh bekas asrama haji. Pulau Cipir ini lumayan luas mungkin seluas Pulau Bidadari. Terdapat dermaga, warung, toilet, pos penjagaan, menara pandang, jembatan, dan ada monumen berbentuk batu yang disusun. Selain itu ada banyak sekali pondasi bangunan yang runtuh termakan usia yang merupakan jejak sejarah Pulau Cipir ini. Kami diberi waktu 15 menit saja untuk mengelilingi pulau ini. Gue hanya duduk di bawah pohon saja sambil menikmati sebatang coklat yang diberikan oleh Bang Satya, karena sebelumnya Gue sudah pernah menginjakan kaki ke Pulau ini disini. Lima belas menit berlalu teman-teman telah berkumpuldan kami bergegas kembali ke kapal untuk menuju pulau yang terakhir, yaitu Pulau Onrust.

Ayudhira sedang difoto oleh Ayu ddengan latar bangunan bekas asrama haji. /foto: Dokumentasi pribadi
Ayudhira sedang difoto oleh Ayu ddengan latar bangunan bekas asrama haji. /foto: Dokumentasi pribadi

Pulau Onrush sebagai taman makam dan saksi sejarah.

Sepuluh menit kami duduk di kapal, sampailah kami di Pulau Onrust. Pulau Onrust ini lebih luas dari ketiga pulau yang kami kunjungi. Terdapat dermaga, lalu ada warung, museum, monumen, toilet, lalu ada beberapa rumah penduduk, dan terdapat bangunan bekas bangkar asrma haji. Dan yang menyita perhatian kami yaitu terdapat komplek pemakaman dipulau ini. Makam dimana orang-orang belanda yang mati muda dikarenakan penyakit tropis. Terdapat juga area makam umum penduduk dari Pulau Onrust ini dan ada satu makam keramat. Setelah puas berkeliling kami semua kembali ke kapal untuk melanjutkan kegiatan kami yaitu Kembali Ke Ancol. Jarak dari Pulau Onrust ke Dermaga Marina Ancol hanya dua puluh menit saja menggunakan kapal cepat. Setelah dua puluh menit berlalu kami semua sampai di Dermaga Marina Ancol. Perut mulai keroncongan dan waktunya makan siang. Kami menaiki bus dan menuju Bandar Jakarta untuk makan siang.

 Pulau Onrust yang rindang bekas bangkar haji yang merupakan jejak sejarah /foto: Dokumentasi pribadi
Pulau Onrust yang rindang bekas bangkar haji yang merupakan jejak sejarah /foto: Dokumentasi pribadi

Makan siang di Bandar Jakarta dengan seafood segar sebagai menu andalannya.

Bandar Jakarta merupakan tempat makan seafood paling hits di Jakarta. Tidak heran kalau tempat ini selalu ramai didatangi pengunjung pada akhir pekan. Kami semua masuk dan meja kami telah disiapkan oleh panitia. Kami melihat meja kami berada di tengah ruangan dengan makanan yang telah tersaji di meja tersebut. Wah makanan laut ini benar-benar terlihat menggoda kami. Dan benar saja rasa dari seafood ini benar-benar enak dan terasa fresh setiap daging yang dimakan. Pantas saja Bandar Jakarta mendapatkan predikat bintang lima dari tripadvisor. Kami semua makan dengan lahap diiringi live musik yang terdengar dari atas panggung di depan kami, Selesai menyatap makanan kami langsung menuju bus untuk melakukan aktivitas lainnya yaitu water sport di Pantai Ancol tentunya.

Makan di Bandar Jakarta Ancol dengan predikat bintang 5 di tripadvisor /foto: Dokumentasi pribadi
Makan di Bandar Jakarta Ancol dengan predikat bintang 5 di tripadvisor /foto: Dokumentasi pribadi

Kegiatan di Aqua Fun Komit up bareng Kumparan, gagal?

Lima menit berjalan kami telah sampai di area pantai untuk mengikuti aqua fun. Kami semua bersiap-siap untuk berganti baju. Sebagaian peserta sudah siap untuk mengikuti aqua fun dan langsung bermain di area tersebut. Sebagian lagi sibuk dengan tulisan yang harus dikumpulkan hari ini juga untuk mendapatkan hadiah dari panitia. Tiba-tiba angin kencang datang dan menyapu pasir pantai di Ancol. Sontak para pengunjung berlarian berlindung di bangunan terdekat pantai Ancol. Sebagaian peserta yang tadi bermain di area aqua fun langsung berhenti dan berlindung di bangunan kamar ganti. Siapa sangka angin itu adalah angin puting beliung, karena gue dapat kabar bahwa rumah teman atapnya terbang.

 Bermain Aqua Fun di Pantai Ancol /foto: Dokumentasi pribadi
Bermain Aqua Fun di Pantai Ancol /foto: Dokumentasi pribadi

Angin kencang telah berlalu dan hujan mulai turun. Kami berteduh di bawah tenda sambil menikmati sepotong tahu goreng yang dibagikan panitia. Setelah hujan reda kami melanjutkan aktivitas kembali. Dan panitia mengajak peserta untuk bermain water sport yaitu bermain kayak. Tidak semua peserta mengikuti kegiatan ini hanya Gue, Vivi, Ladrina, Pradipta, Ami dan Susy yang mengikuti kegiatan ini.

Mencoba bermain kayak di Pantai Ancol pertama kali hanya di Komit up bareng Kumparan.

Semua bergegas untuk menuju Hoax cafe sebagai meting point terakhir kegiatan ini. Kami yang telah mendaftar mengikuti water sport juga bersiap-siap karena jarak antara area water sport dan Hoax Cafe sangat berdekatan. Gue dan peserta yang mengikuti water sports serta beberapa panitia menuju post registrasi kayak. Kayak adalah olahraga air dengan cara memainkannya dengan mendayung. Bentuknya seperti perahu plastik dimainkan oleh dua orang.

Gue sih antusias banget karena baru kali ini Gue main kayak di Pantai Ancol. Mengelilingi pantai ancol yang diapit oleh pulau reklamasi sehingga air di area ini begitu tenang menyerupai sebuah danau buatan. Gue dan Vivi terus mendayung beriringan dengan perahu milik Ami dan Susy serta Landrina dan Pradipta. Kami sempat mengunjungi Pulau Reklamasi yang berada diseberang pantai. Keadan Pulau Reklamasi masih belum jadi. Pasir putih yang didatangi langsung dari Belitung serta ada beberapa pohon tidak menambah keindahan pulau ini, kenapa? karena masih banyak sampah yang berhamburan di pulau ini huh sungguh sedih melihatnya. Akhirnya gue foto-foto di pulau tersebut bersama yang lainnya. Dan terdapat sedikit tragedi dimana kaki gue tersandung batu yang akhirnya Gue harus balik ke post dan harus diobati. Hahahaha ada-ada aja si Dody ini.

Main kayak yang merupakan salah satu jenis olahraga air /foto: Dokumentasi pribadi
Main kayak yang merupakan salah satu jenis olahraga air /foto: Dokumentasi pribadi

Hoax Cafe, Kafe tepi pantai dengan beragam menu enak didalamnya.

Setelah selesai semua peserta kayak dan sebagian panitia langsung menuju Hoax Cafe. Hoax Cafe merupakan cafe baru ditepian pantai. Kalau dilihat dari daftar menunya cafe ini menyajikan makanan Indonesia dan makanan penutup khas barat seperti waffle dan ice cream. Makanan telah disediakan oleh pihak Cafe dan kami semua makan dengan lahap karena masakannya enak. Akhirnya kegiatan kami telah usai dan diakhiri dengan pengumuman juara tulisan terbaik. Pemanngnya yaitu Bang Haris dan Bang Anwar yang mendapatkan dua buah smartphone. Congratulation!!!

Suasana makan sore dikegiatan terakhir di Hoax Cafe /foto: Dokumentasi pribadi
Suasana makan sore dikegiatan terakhir di Hoax Cafe /foto: Dokumentasi pribadi

Kesimpulan Komit up bareng Kumparan

Terima kasih kepada Kumparan dan Ancol yang telah mengundang Gue untuk ikut acara Komit-up 2 #KembaliKeAncol ini. Terima kasih juga kepada teman-teman atas kebersamaannya dua hari ini semoga kita dapat bertemu dilain kesempatan. Sampai jumpa di Komit-up part ke 3. Bagi kalian yang ingin tahu wahana-wahan terbaru dari Anol kalian bisa follow instagramnya di @ancoltamanimpian. Dan apabila kamu yang ingin tahu acara dari Kumparan, kamu bisa langsung saja follow instagramnya di @Kumparan . Jangan lupa juga untuk unduh aplikasi #Kumparan untuk Android dan untuk IOS.  Karena kamu akan mendapatkan berita terbaru dan terupdate pastinmya #PercayaKumparan #SekarangKumparan.

Foto bersama sebelum pulang ke rumah masing-masing /foto: Dokumentasi pribadi
Foto bersama sebelum pulang ke rumah masing-masing /foto: Dokumentasi pribadi

You might also enjoy:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *