Inilah tulisan perjalanan pertama Gue dan petualangan Gue dimulai dari Situ Gunung. Gue akan bercerita perjalanan bersama komunitas jalan-jalan yang Gue ikuti pertama kali, yaitu Backpacker Lounge Indonesia. Bermula dari stalking dan komen di instagram. Kenalah yang namanya Dami, nama instagramnya @miqdama. Lanjut cerita, Gue minta Dami invite ke komunitasnya. Sudah 3 bulan berjalan, akhirnya Dami kasih kabar bahwa dia akan melakukan perjalanan ke Situ Gunung, Sukabumi. Tanpa fikir panjang, Gue langsung mengajukan diri untuk ikut serta. Rencana perjalananya memakai transportasi kereta api dan berangkat tanggal 1 januari 2016. Gue diminta segera mengirimkan KTP untuk reservasi tiket kereta api.

Persiapan menuju Situ Gunung

31 Desember 2015 Dami invite Gue ke grup yang isinya anak-anak backpackeran semua. Mungkin hanya Gue yang diam di grup itu, karena Gue benar-benar baru ikut trip tipe seperti ini. Di grup itu banyak informasi yang dibagikan. Dari gagalnya naik kereta api dikarenakan kehabisan tiket dan diputuskan naik bus dari Bogor. Lalu meting point pukul 13.00 WIB di Stasiun Bogor. Kemudian informasi perlengkapan apa saja yang dibawa selama 2 hari 1 malam. Dan semua informasi detailnya dibagikan di grup tersebut.

Situ Gunung adalah kawasan wisata yang berada di Sukabumi dengan spot wisata andalannya adalah danau , curug dan jembatan gantung.
Situ Gunung adalah kawasan wisata yang berada di Sukabumi dengan spot wisata andalannya adalah danau , curug dan jembatan gantung /foto: Dokumentasi pribadi

Perjalanan dimulai

1 Januari 2015 perjalan dimulai. Gue berangkat dari stasiun Pesing menuju stasiun UI Depok menggunakan KRL. Kenapa UI Depok? karena mau bertemu Dami dahulu. Setelah bertemu dengan Dami di Stasiun UI lanjutlah Gue ke Stasiun Bogor. Ternyata hari itu suasana stasiun rame sekali. Mungkin karena tahun baru, jadi banyak yang liburan. Mau info saja nih, kalau Gue baru pertama kali naik KRL loh setelah 26 tahun di Jakarta. Dari Stasiun Bogor Gue langsung menuju Masjid Agung Bogor untuk melaksanakan shalat jumat. Wah pas banget adzan berkumandang, jadi kami berdua shalat jumat dahulu.

Selesai shalat jumat kami langsung menuju meting point yaitu Pintu Keluar Stasiun Bogor. Di sini Gue mengenal teman-teman baru. Satu-persatu berdatangan, mulai dari Edi dan Dicky, dilanjut oleh Rizwan, Dery, Bang Dedy, dan Hartono. Karena semua mulai lapar dan hari makin siang, jadi diputuskan bertemu yang lain di tempat makan. Kami semua mencari tempat makan di sekitaran Stasiun Bogor. Di tempat makan Gue bertemu lagi dengan Tengku dan Dani. Kami masih menunggu dua orang lagi yang belum datang yaitu Yaya dan Lia. Sepuluh menit berlalu, Lia dan Yaya sang wanita tangguh datang. Personil sudah lengkap, perjalanan kami mulai dengan menaiki angkot dari Stasiun Bogor ke Baranang dengan tarif Rp 4.000,-/orang.

Perjalanan menuju Situ Gunung

Sesampainya di Terminal Baranang, kami menaiki bus jurusan Bogor-Pelabuhan Ratu. Mengapa menuju Pelabuhan Ratu? dikarenakan bus jurusan Sukabumi lama sekali, takut kemalaman di jalan. Rencana kami akan turun di Cibadak dengan tarif bus hanya Rp 30.000,-/orang. Perjalanan Bogor ke Cibadak memakan waktu 2 jam. Hari ini sepertinya kami kurang beruntung karena kami terjebak macet hampir 3 jam di Tol Ciawi. Anak-anakpun mulai bosan, mereka menghabiskan waktu dengan tidur, ngobrol dan bermain handphone. Waktu semakin malam dan sampailah kami di Cibadak. Karena lelah sekali dan lapar, kami langsung mencari tempat makan. Cuaca hari itupun kurang bersahabat dikarenakan hujan deras dan udara dingin sekali.

Selesai makan malam kami melanjutkan perjalanan menaiki angkot jurusan Cisaat. Sebenarnya angkot tersebut cuma sampai Alun-Alun Cisaat. Berkat negosiasi Edi dengan supir, jadi kami minta diturunkan tepat di gerbang masuk basecam Situ Gunung. Kami memakai dua angkot dengan harga sewa Rp 250.000/angkot. Perjalanan Cibadak ke Situ Gunung memakan waktu 1,5 jam. Kami melewati Alun-Alun Cisaat setelah sejam berlalu. Lagi-lagi nasib baik tidak berpihak ke kami. Di tengah perjalanan, ban angkot yang kita tumpangi pecah. Sang supir mencoba menelepon rekannya yang berada di dekat area tersebut. Menunggu sepuluh menit datanglah angkot penyelamat. Dan perjalanan dilanjutkan kembali. Kami semua sampai di GerbangSitu Gubung pukul 22.00 WIB.

Ada apa di Situ Gunung?

Situ Gunung berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Terletak diketinggian 850 mdpl. Tempat ini menyajikan panorama alam yang indah dengan udara yang dingin. Ada dua spot wisata di tempat ini, Langkahku bisa ke Danau Situgunung dan ke Curug Sawer. (Update: sekarang ada satu spot yang lagi hits yaitu Jembatan Gantung Situgunung terpanjang Seasia Tenggara). Yang perlu diperhatikan jika pergi ke Situ Gunung tentu adalah stamina. Karena untuk mencapai spot wisata di sini, Langkahku harus berjalan kaki dan jaraknya itu cukup jauh.

Sesampainya di Situ Gunung kami menuju ke basecam untuk registrasi. Total nama yang didaftarkan berjumlah 12 orang dengan tarif berkemah Rp 40.000/orang/malam. Ada potongan Rp 5000,- karena kami datang sudah malam. Di sana Dami bertemu dengan teman tripnya yang lain sekitar 5 orang yang Gue ingat sih namanya Idris, Taufik, Andre, Fitri, Bewok. Kami langsung mendirikan tenda dan langsung beristirahat. Karena besok pagi kita akan menuju Danau Situ Gunung untuk melihat sunrise.

Sebagian peserta trip situ gunung dari Backpacker Lounge Indonesia.
Sebagian peserta trip situ gunung dari Backpacker Lounge Indonesia /foto: Dokumentasi pribadi

Sunrise Di Danau Situ Gunung

Adzan subuh terdengar samar-samar dari balik tenda. Kami mengawali hari ini dengan shalat subuh berjamaah. Langit cerah sekali hari ini, bintang-bintang bertaburan dan fajar mulai menyingsing. Kami semua bersiap-siap menuju Danau. Perjalanan dari camp area ke danau kira-kira setengah jam berjarak satu kilometer dengan jalan menanjak. Sesampainya di Danau Situ Gunung, Gue cuma bisa bilang “Subahanallah.” Nikmat Tuhan mana yang kau dustakan apabila melihat pemandangan seindah ini. Langit biru, kabut pagi, gunung yang mulai terlihat dan danau yang tenang dengan air kecokelatan. Terdapat sampan serta dermaga kecil di pinggir danau. Berjajar pohon pinus di sekitar danau ditambah dengan udara dingin menusuk kulit. Benar-benar sempurna. Matahari mulai muncul dari singgasananya. Dan kami memanfaatkan momen ini dengan berfoto.

Sunrise View di danau Situ Gunung.
Sunrise View di danau Situ Gunung /foto: Dokumentasi pribadi
Berselfie dengan latar Danau Situ Gunung.
Berselfie dengan latar Danau Situ Gunung /foto: Dokumentasi pribadi

Bermain air di Curug Sawer

Sudah puas kami bermain di Danau Situ gunung saatnya kembali ke tenda untuk siap-siap menuju Curug Sawer. Perjalanan ke Curug Sawer lebih sulit dibandingkan ke Danau Situ Gunung. Memakan waktu 1 jam dengan jalan licin dan menanjak, tetapi tenang saja karena sudah ada track pastinya kok. Diperjalanan kita saling bercanda sambil bersenda gurau yang paling penting foto-foto lagi.

Selama perjalanan ke Curug Sawer dengan berfoto bersama bisa menghilangkan kelelahan.
Selama perjalanan ke Curug Sawer dengan berfoto bersama bisa menghilangkan kelelahan /foto: Dokumentasi pribadi

Tak terasa kami telah sampai di Curug Sawer. Tanpa berfikir panjang kami langsung turun ke aliran air. Di sana terdapat satu air terjun yang lumayan deras. Ada larangan juga berenang di bawah air terjun, dikarenakan ke dalamannya mencapai 4 meter. Jadi kalau mau main air di aliran sungainya saja ya Langkahku. Kami mulai bermain air, berfoto, dan berenang. Airnya dingin banget Langkahku. Kalau ke Curug Sawer jangan lupa bawa handuk dan pakaian ganti ya. Terdapat kamar ganti dan toilet juga kok di area curug. Untuk yang lapar, banyak sekali penjajah makanan yang ada di kawasan ini. Jadi jangan takut kelaparan ya.

Pemandangan Curug Sawer diambil dari aliran sungai.
Pemandangan Curug Sawer diambil dari aliran sungai /foto: Dokumentasi pribadi
Bermain air di Curug Sawer kawasan Situ Gunung.
Bermain air di Curug Sawer kawasan Situ Gunung /foto: Dokumentasi pribadi

Selesai Menjelajah Situ Gunung

Setelah puas bermain di Curug Sawer saatnya kami balik ke tenda. Hal yang unik di sini adalah kamu bisa menyewa ojek motor untuk balik ke tenda. Kalau kalian kelelahan bisa numpang ojek dengan tarif Rp 25.000,- sampai tenda. Karena kami strong, jadi kami melewati track yang sama deh, lumayan menghemat budget. Hari makin siang saatnya kami bersiap-siap kembali ke Jakarta. Kami semua beres-beres tenda dan menuju kantor registrasi buat cek out. 

Sebelum balik ke Jakarta kami menyempatkan untuk mampir ke Alun-Alun Cisaat dengan mengendarai angkot Rp 10.000,-/Orang. Ketika sampai kami beranjak makan siang dan menuju Masjid Cisaat buat menunaikan shalat dzuhur. Setelah itu kami pulang ke rumah masing-masing dengan menaiki bus Sukabumi – Kampung Rambutan dengan tarif Rp 25.000/orang Non AC. Perjalanan ini selesai dengan cerita yang sungguh menarik bagi Gue pribadi. Demikianlah Langkah Dody ke Situ Gunung di awal tahun 2016. Ikuti terus Langkahdody sampai jumpa di perjalanan Gue selanjutnya. Jangan lupa follow instagram Gue @DSenjaya89 dan @langkahdody Untuk cerita perjalanan bersama Backpacker Lounge Indonesia explore Pulau seribu bisa cek artikelnya di sini.

Perincian Biaya

  • KRL Jakarta- Bogor Rp 7.000,-
  • Angkot Stasiun Bogor – Terminal Baranang Rp 4000,-
  • Bus Baranang – Pelabuhan Ratu turun di Cibadak Rp 30.000,-
  • Angkot Cibadak ke Situ Gunung Rp 17.000,/orang patungan
  • Tiket Masuk Situ Gunung dan Curug Sawer Rp 35.000,/orang
  • Sewa Tenda Semalam Rp 22,000/orang patungan
  • Angkot Situ Gunung Cisaat Rp 10.000/orang
  • Bus Sukabumi Kampung Rambutan Rp 25.000,-/orang
  • Trans Jakarta Kampung Rambutan – Rumah Rp 3.500,-

Total Pengeluaran Rp 153.500,- (Belum termasuk biaya makan)
harga ini disesuaikan saat blog ini dibuat *tahun 2016

Update Harga Tiket Masuk Situ Gunung Terbaru 2019

Harga tiket masuk

  • WNI hari biasa Rp 16.000, Hari libur Rp 18.000
  • WNA hari biasa Rp 165.000, hari libur Rp 240.000
  • Pelajar / Mahasiswa WNI hari biasa Rp 9.000, hari libur Rp 10.500
  • Pelajar / Mahasiswa WNA hari biasa Rp 115.000, hari libur Rp 165.000

Masuk kendaraan

  • Mobil hari biasa Rp 10.000, hari libur Rp 10.000
  • Motor hari biasa Rp 5.000, hari libur Rp 5.000
  • Sepeda hari biasa Rp 2.000, hari libur Rp 2.000

Kemah

  • WNI hari biasa Rp 24.000, Hari libur Rp 29.000
  • WNA hari biasa Rp 315.000, hari libur Rp 465.000
  • Pelajar / Mahasiswa WNI hari biasa Rp 15.000, hari libur Rp 18.500.
  • Pelajar / Mahasiswa WNA hari biasa Rp 215.000, hari libur Rp 315.000

You might also enjoy:

1 Comment

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *