Wah di Jakarta ada yang lagi hits ni. Kali ini bukan tempat makan, bukan mall, bahkan bukan jalanan Jakarta, tetapi sebuah museum yang berada di Kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat. Museum tersebut adalah Museum Macan. Kenapa bisa hits ya? kabarnya museum tersebut mempunyai kemodernan seperti museum yang ada di Luar Negeri, seperti Galery Nasional Singapore. Mau tahu isinya apa di museum ini? kali ini langkahdody akan membahasnya.
Ruang pameran lukisan dan patung Museum Macan
Museum Macan terletak di Dalam Gedung AKR Tower lantai MM tepatnya di Jalan Panjang No 5 Kebon Jeruk RT 11 RW 10 Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat. Untuk menuju tempat ini sangat mudah bisa menggunakan transportasi pribadi ataupun transportasi publik. Bagi kalian yang ingin menggunakan transportasi pribadi bisa keluar Tol Kebon Jeruk dan bisa langsung menuju AKR Tower. Kalian bisa memarkirkan kendaraan kalian di P1-P5 untuk mobil, P3 untuk motor dan P2 untuk bus dan mini bus. Dan bagi kalian yang ingin menggunakan transportasi publik bisa menggunakan bus transjakarta koridor 8 Harmoni – Lebak Bulus turun di Salter Kebon Jeruk atau di Salter Duri Kepa dan bisa lanjut berjalan kaki selama 10 menit. Atau bisa menaiki KRL jurusan Duri – Tangerang dan turun di Stasiun Pesing dan lanjut menggunakan bus metromini 91 turun di Jembatan Tol Kebon Jeruk lalu nyebrang atau bisa lanjut naik ojek online.
Peta menuju Museum Macan (Museum Macan dalam Google Maps)
Untuk tiket masuk Museum Macan dibagi menjadi tiga tipe yaitu untuk orang dewasa Rp 50.000,- untuk anak-anak Rp 30.000, dan untuk pelajar Rp 40.000,- dan bagi rombongan bisa mendapatkan harga khusus. Cara membelinya pun terdapat dua cara yaitu dengan membeli langsung On The Spot di Loket. Atau bisa membelinya secara online melalui web Museum Macan disini. Tinggal pilih tanggal kunjungan, mengisi biodata, dan pembayaran melalui transfer, e banking atau kartu kredit. Nanti tiket akan dikirimkan ke alamat email yang didaftarkan. Jadi kalain tidak usah mengantri lagi untuk menukarkan tiket jadi langsung masuk saja dan scan barcode yang ada di email kalian. Untuk jam buka Museum Macan  adalah hari selasa sampai hari minggu dari pukul 10.00 WB – 19.00 WIB. Dan hari Senin, Museum Macan di tutup untuk umum.
Contoh tiket masuk pembelian online melalui web Museum Macan.
Sekarang kita bahas ada apa saja si di Museum Macan sehingga museum ini jadi hits melejits. Jadi Museum Macan ini adalah museum pertama di Indonesia yang memiliki koleksi seni modern dan kontemporer Indonesia serta internasional. Dimana terdapat 90 karya seni rupa modern Indonesia dan juga kontemporer dari seluruh dunia. Ke-90 karya seni tersebut milik Pak Haryanto Adikoesoemo sang penggagas museum MACAN. Karya tersebut adalah lukisan, patung, benda antik dan lain sebagainya. Yang menjadi karya favorit adalah ‘Infinity Mirrored Room’ karya seniman Jepang, Yayoi Kusama. Di Infinity Mirrored Room ini kalian bisa berfoto dengan lampu berwarna-warni. Tidak heran karya ini menjadi favorit dikarenakan untuk mengunjunginya kita harus mengantri.
Salah satu karya favorit di Museum Macan. (Infinity Mirrored Room)
Seseorang sedang melihat lukisan di Museum Macan
Di Museum Macan terdapat fasilitas toilet difabel, ruang menyusui, ruang pertolongan pertama, ruang penitipan barang, museum dapat diakses kursi roda, dan Kafe dari 1/15 Coffee. Untuk menjaga ketertiban dan keamanan museum, ada beberapa peraturan yang harus Kalian taati saat berkunjung ke Museum MACAN. Kalian dilarang menyentuh karya seni, ponsel harus dalam silent mode, jangan berisik atau berlarian, dan dilarang juga membawa makanan dan minuman (termasuk botol minum pribadi). Anda boleh mengambil foto, namun dilarang untuk menggunakan flash. Itu saja rivew dari Langkahdody mengenai Museum Macan apabila ada pertanyaan bisa tulis di kolom komen atau bisa juga kunjungi web Museum Macan disini.
Di Museum Macan boleh membawa kamera asal tidak menggunakan flash.
Berbagai macam lukisan dari dalam dan luar dipajang rapih di dinding museum.
Salah satu dinding Museum Macan yang terdapat sejarah kemerdekaan dan setelahnya

You might also enjoy:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *