Hello Langkahku apa kabar nih? tentu baik-baik sajakan? Kali ini gue akan membahas tentang kesadaran masyarakat untuk menghentikan hoax. Ya minimal bisa mengurangi peredaran berita hoax. Kalian pasti tahu hoax kan? yang lagi tranding saat ini.

Apa itu hoax?

Mencari sebuah fakta dari sebuah berita /foto: pixabay.com
Mencari sebuah fakta dari sebuah berita /foto: pixabay.com

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Hoax atau hoak adalah berita tidak benar, berita bohong sehingga menjurus ke pencemaran nama baik. Hoax itu berita yang tidak ada sumbernya dan dipastikan tidak benar, tetapi dijadikan seolah-olah benar. Hoax bertujuan untuk bersenang-senang atau sekedar humor tetapi hoax bisa menjadikan suasana memanas. Misalkan pencemaran nama baik, memburukan citra seseorang, menyebabkan kepanikan masal dan ketakutan. Menurut survei yang ada, hoax sering muncul dan tersebar di media sosial.

Hoax adalah sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, namun ‘dijual sebagai kebenaran

Silverman (2015)

Mengapa hoax itu sering terjadi terutama di media sosial?

Mengapa hoax bisa terjadi? /foto: canva.com
Mengapa hoax bisa terjadi? /foto: canva.com

Hoax selalu menjadi bahan pembicaraan yang dampaknya menjadi permasalahan besar yang bisa merugikan banyak orang. Maka dari itu menyebarkan hoax termasuk hukum pidana dan bisa diacam masuk penjara. Sejak era digital saat ini, orang-orang sangat mudah menyebarkan hoax di media sosial. Ini terjadi karena orang-orang suka berbagi tetapi malas membaca. Memang sih berbagi di sosial media itu menyenangkan, tapi kita sebagai pengguna media sosial harus bijak. Harus bisa menyaring sumber informasi yang kita dapatkan.

Hoax bisa terjadi juga karena penyebar hoax itu tidak tahu apa itu hoax. Yang lebih ironisnya orang-orang penyebar hoax itu cuma ikut-ikutan tren dan juga ingin mencari sensasi. Ia bangga menjadi orang pertama menyebarkan berita dan menjadi viral di masyarakat. Jadi Langkahku gak usah ikut-ikutan nyebar hoax ya. Orang keren itu bukan cari sensasi tetapi harus punya prestasi.

Jenis- jenis Hoax

Langkahku juga harus mewaspadai adanya hoax. Dan tidak ada salahnya mengenal jenis-jenis hoax yang beredar di masyarakat, yaitu:

  • Virus/Malware, Langkahku harus hati-hati karena hoax ini sering beredar di email kita dandi broadcash whatsapp maupun DM instagram. Biasanya berupa link yang mana ketika kita klik akan merusak data kita hingga terjadinya kerusakan pada perngkat.
  • Penipuan online, hoax jenis ini biasanya sering beredar di whatsapp, sms, pesan di sosial media dan sebagainya. Pembaca biasanya diiming-imingkan hadiah tapi dengan syarat mentransfer sejumlah uang. Hoax jenis ini bisa menimbulkan kerugian materi. Jadi berhati-hati ya Langkahku.
  • Cerita seram, hoax jenis ini membuat dampak pada objeknya. Misalkan kita menyebarkan cerita mistsis di sebuah tempat wisata. Ini mebuat orang yang tadinya ingin datang ke tempat itu bisa batal datang dan perekonomian daerah setempat bisa menurun. Kalau ada larangan di tempat tersebut biasanya akan disebutkan di papan pengumuman. Jadi jangan menyebar hoax ya Langkahku.
  • Cerita menyedihkan, hoax jenis ini biasanya mengabarkan tentang kesedihan seseorag. Misalkan orang sakit, bencana alam, atau meninggal. Penyebar hoax akan menyebarkan foto dan meminta bantuan dengan menulis sebuah rekening. Orang yang iba akan mentransfer uang untuk membantu. Padahal berita itu belum tahu kebenarannya.

Dan masih banyak lagi jeni-jenis hoax yang Langkahku harus mewaspadainya ya.

Dampak negatif dari penyebaran hoax di media sosial

Hoax bisa menyebabkan frustasi bahkan kematian
Hoax bisa menyebabkan frustasi bahkan kematian /foto: canva.com

Tahu gak Langkahku kalau menyebarkan hoax itu banyak banget dampak negatifnya. Diantaranya pemicu kepanikan orang banyak, mengundang terjadinya kriminalitas, pengalihan isu dan banyak lagi. Sampai-sampai ada sebuah riset yang mengatakan kalau hoax itu berdampak kerugian bagi kamu dan kantormu bekerja. Penyebabnya karena produktifitas kerja menurun akibat efek mengejutkan dari kabar hoax. Reset ini disampaikan oleh cmsconnect.com

Bila setiap pekerja menghabiskan waktu 10 detik per hari untuk membaca email atau pesan hoax. Kerugian yang biasa dikeluarkan perusahaan minimal mencapai Rp 10 juta per tahun. Sementara individu bisa mencapai Rp 200 ribu per tahun.

cmsconnect.com

Nah itu beberapa dampak dari hoax Langkahku. Kita harus benar-benar bisa membedakan yang namanya berita hoax atau fakta. Kalau kita terlibat di dalamnya bisa-bisa kita kehilangan harta, reputasi, bahkan nyawa.

Cara berkontribusi untuk mengurangi dan menghentikan hoax

Stop penyebaran hoax di media sosial
Stop penyebaran hoax di media sosial /foto: canva.com

Banyak hal yang kita bisa kontribusikan untuk mengurangi dan menghentikan hoax. Misalkan dari hal kecil saja, kita harus cermat dalam membagikan informasi ke media sosial kita. Jangan suka sebar asal senang. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam membaca berita, sehingga bisa membedakan apakah ini benar atau hoax. Berita yang kita terima harus memperhatikan judul beritanya, apakah provokatif atau tidak. Lalu situs berita apakah sumbernya dari institusi pers resmi? Kemudian cek juga keaslian fotonya.

Gue melakukan reset kecil-kecilan melalui instastory instagram di @DSenjaya89. Gue menanyakan kepada followers, apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyebaran hoax. Dan ini adalah rangkumannya:

  • Akun bernama @jejequh mengatakan ” Yang pasti gak nerima berita mentah-mentah gitu aja, lakukan chek, 3check, check recheck, tripplecheck. Terus gak 3 chek aja, lakukan verivikasi, konfirmasi dan klarifikasi.”
  • Akun bernama @rangga_triesna mengatakan “Gak share sembarang berita yang didapat, apalagi cuma modal broadcast.”
  • Akun bernama @mrsalasanto berkata singkat “Gak ikut jadi penyebar.”
  • Ada juga akun instagram @baimpaser yang bingung untuk menjawab pertanyaan
  • Lalu ada akun bernama @dnz.bb mengatakan “kurangi gadget-gadgetan”

Melaporkan Hoax secara online

Bila Langkahku menemukan hoax, Langkahku bisa melaporkannya sesuai fitur yang telah disediakan.

Untuk pengguna internet Langkahku dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan mengirimkan email ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Bagi Langkahku yang sering berselancar di Google, Langkahku bisa lapor dengan fitur feedback. Langkahku bisa melaporkan situs dari pencarian yang mengandung Hoax.

Untuk yang suka ngetwit , saat ini Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram.

Nah ini media sosial yang banyak sekali penyebaran hoaxnya yaitu Facebook. Di Facebook terdapat fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening atau kategori lain yang sesuai. Nah jika banyak aduan dari pengguna, Facebook akan menghapus status tersebut.

Dengan menyebarkan video ini kalian ikut serta dalam gerakan ANTI HOAX dan menjadi bagian dari “Agent Of Change Internet Baik”

Oiya bagi Langkahku yang menyebarkan video diatas dengan link video https://www.youtube.com/watch?v=5KqzIlZo8YU  Langkahku juga ikut serta dalam gerakan Anti Hoax dan menjadi agent of change Internet Baik loh. Yuk Langkahku sebarkan videonya dan No More Hoax.

You might also enjoy:

2 Comments

  1. This web page is mostly a walk-through for all of the information you wanted about this and didn’t know who to ask. Glimpse right here, and also you’ll definitely uncover it.

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *