Langkahku! ada yang sudah mencoba menaiki pesawat Cebu Pacific tidak? Ituloh maskapai bertarif rendah kepunyaan Filipina yang markasnya di Bandar Udara Ninoy Aquino, Manila. Oiya maskapai ini adalah maskapai bertarif rendah ke tiga terbesar di Asia Tenggara loh setelah Air Asia dan Lion Air serta maskapai swasta terbesar di Filipina pastinya. Untuk rutenya sendiri Cebu Pacific ini sudah melayani Asia Timur seperti China, Jepang, Hongkong, Makau, Taiwan dan Korea. Dan tentu saja Asia Tenggara seperti Singapore, Malaysia, Vietnam, Thailand, negaranya sendiri Filipina dan negara kita Indonesia.

Beberapa saat yang lalu gue ada rencana untuk explore beberapa tempat di Filipina dan tentu saja gue mencari tiket tarif rendah untuk menunjang perjalanan gue, maklum backpacker hemat sedikit tapi maunya banyak. Setelah berselancar di dunia maya dan tanya sana-sini akhirnya gue memutuskan untuk naik peswat Cebu Pacific kebanggan orang Filipina. Banyak teman-teman gue yang bilang bakal membosan kan dan sangat berisik, tetapi ada pula yang bilang pesawatnya nyaman-nyaman aja. Nah maka dari itu gue sekalian pembuktian nih, kubu mana yang benar-benar kasih reviewnya.

Perjalanan dari Jakarta ke Manila

Waktu yang dinanti telah tiba, saatnya perjalanan gue dimulai. Sebelumnya gue mau kasih informasi bahwa harga tiket untuk perjalanan sekali jalan saat itu adalah Rp 1.635.000,- memang sih lumayan mahal karena gue beli tiketnya mendadak dan kalau dari jauh-jauh hari sebenarnya bisa dapat harga promo kisaran satu jutan untuk sekali jalan. Untuk waktu penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta sepertinya hanya ada satu waktu yaitu pukul 00.10 WIB dini hari. Dan untuk waktu terbangnya ditempuh dalam waktu 4 jam 30 menit. 

Gue mulai berangkat dari rumah ke stasiun KRL Pesing dan lanjut menaiki Kereta Bandara (untuk tips murah ke bandara bisa cek artikel gue yang disini ya). Sesampainya di Bandara gue langsung naik skytrain ke terminal 2 dan langsung chek in ke Konter Cebu.

Ngomong-ngomong ini dimana ya konter chek in cebu?

Jadi konter Cebu itu konter yang tidak tetap bisa beganti-gantian dengan konter lain dalam artian konternya milik Angkasa Pura, tetapi konter Angkasa Pura hanya ada disatu tempat letaknya sebelum masuk imigrasi pojok sebelah kanan. Gue harus menunggu dahulu nih konter dibuka. sekitar 20 menitan konter dibuka dan antrian mulai penuh. ternyata saat itu pesawat yang akan gue tumpangi delay sekitar 1 jam. Dan gue memutuskan untuk masuk imigrasi dan nongkrong di dalam kedai kopi berlogo hijau dan membeli segelas rapsberrynya.

Keadaan Di Dalam Kabin Pesawat

Setelah sejam gue menunggu akhirnya gue menuju ruang boarding untuk naik pesawat. Nampaknya seluruh penumpang mulai pada ngantuk terlihat dari tingkahnya dibangku ruang tunggu malah pada tidur. Setengah jam menunggu sambil main handphone akhirnya gue menaiki pesawat. Sepertinya gue menghabiskan waktu di pesawat dengan tidur nih. Dan ini adalah jawaban dari pengalaman dua kubu teman gue. Yang harus kamu tahu

  • Pertama, bawaan yang bisa kamu bawa ke kabin adalah satu tas tangan saja atau satu tas punggung saja, tetapi kalau kamu maksa bilang saja sama petugasnya tapi ukuran koper kecil maksimal 7kg, selain itu pasti suruh masuk bagasi.
  • Ke dua kamu wajib bawa bantalan leher karena penerbangan kamu lumayan lama yaitu 4 jam 30 menit.
  • Ke tiga bawa pulpen ya jangan sampai enggak, untuk apa? untuk mengisi kartu imigrasi yang dibagikan di pesawat dari pramugari, kalau kamu tidak diberikan bisa minta ke pramugarinya atau bisa mengisi di terminal kedatangan sebelum imigrasi (disana tidak disediakan pulpen kalaupun ada itu antri banget).
  • Ke empat kamu bisa siapkan air minum atau makanan kecil di dalam pesawat karena penjualan minuman dan makanan di pesawat tidak diberlakukan, tetapi apabila kamu minta ke pramugari akan dilayani.
  • Ke lima selalu siapakan passpor di tempat yang mudah terjangkau dan tiket pesawat lanjutan apabila kamu di manila hanya transit untuk menuju pulau lain.

Itulah yang harus kamu tahu dan benar-benar tips dari gue yang lu bisa persiapkan.

Keadaan kabin pesawat Cebu Pacific dengan posisi kursi 3 seat 3 seat. /foto: Dokumentasi Pribadi
Ini adalah jarak antar kursi dan kaki, lumayan nyaman untuk ukuran kaki saya dan lumayan nyaman. /foto: Dokumentasi Pribadi
Menu makanan yang dijual di dalam kabin, pembayaran menggunakan peso atau dolar. /foto: Dokumentasi Pribadi

Perjalanan Dari Manila Ke Kalibo

Bandara Ninoy Aquino itu luas tetapi beda dengan Soekarno Hatta yang terintegrasi. Kalau Bandara Ninoy Aquino di Manila itu tidak terintegrasi. Kamu harus meniki taxi dari terminal satu ke terminal lainnya (hanya taxi/grab). Ditambah perjalanan yang bisa menghabiskan waktu 15 sampai 20 menit karena jalanan yang berputar dan lalu lintas yang padat dijam tertentu. Maka dari itu kamu harus mempersiapkan waktu perjalanan kamu dengan tepat agar pesawat kamu selanjutnya tidak tertinggal Langkahku. 

Keadaan Terminal Keberangkatan Domestik

Perjalanan kedua gue menaiki Cebu Pacific dengan rute Manila ke Kalibo dimana gue mau menuju Boracay (untuk pengalaman gue explore manila bisa cek disini (link menyusul)). Karena ini penerbangan domestik jadi gue menuju terminal berbeda dengan terminal internasional. Terminal domestik terdapat di Terminal 4 Bandara Ninoy Aquino. Ruang boardingnya pun hanya ada di satu titik jadi numpuk semua dengan penumpang lain dan warung jajan. Cuma ada beberapa maskapai lokal saja di terminal ini termasuk Cebu Pacific. Keadaan bandara menurut gue si ramai banget dan agak semarut jadi kita harus benar-benar mendengar dan memperhatikan voice over petugas bandara agar tidak tertinggal pesawat ya Langkahku.

Bentuk pesawat Cebgo ke Boracay yang mempunyai satu pintu masuk penumpang yang ada di bagian belakang pesawat. /foto: Dokumentasi Pribadi

Keadaan Di Dalam Kabin Pesawat

Gue sudah ada di ruang boarding dan mempersiapkan naik pesawat, kali ini gue menaiki pesawat maskapai Cebgo dimana pesawat Cebgo adalah bagian dari Cebu Pacific yang melayani rute domestik di Filipina. Bentuk pesawatnya hanya ada satu pintu penumpang di bagian belakang, lalu pesawat ini kecil dan mempunyai dua baling-baling. Waktu tempuh Manila ke Kalibo adalah 1 jam 30 menit. Di perjalanan kita akan disuguhi keindahan pulau-pulau kecil Filipina dan birunya laut samudra pasifik. Ada yang menarik di dalam pesawat Cebgo nih Langkahku, ini pengalaman pertama gue dimana para pramugari mengadakan kuis berhadiah marchendise dari Cebu Pacific. Wah maskapainya kreatif nih, untuk membunuh kebosanan di dalam pesawat.

Pramugari Cebgo sedang memandu mini kuis di dalam pesawat. /foto: dokumentasi pribadi
Untuk seat pesawat Cebgo dengan posisi seat 2 seat 2 seat, membuat duduk berlama-lamapun nyaman. /foto: Dokumentasi pribadi

Kesimpulan

Perjalanan Jakarta ke Manila

Perjalanan gue dari Jakarta menuju Manila adalah pesawat sangat nyaman dan tenang walupun memang membosankan karena tidak ada huburan, maklum namanya maskapai bertarif rendah. Selain itu pramugari pun ramah-ramah dan memang harus menghabiskan waktunya dengan tidur ya Langkahku. Kamu wajib banget bangun pagi karena akan melihat sunrise dari samudra pasifik yang indah banget dengan latar Kepulauan Filipina. Kamu ingin mencobanya Langkahku?

Perjalanan Dari Manila Ke Kalibo

menaiki Cebgo yaitu sangat nyaman pesawatnya dan pramugarinya ramah-ramah. Jadi kapan nih Langkahku ingin mengexplore sama-sama ke Filipina. Yuk lah masih ada tempat menarik di negara seribu gereja ini. Dan untuk info update tentang cebu pacific bisa follow instagramnya di @cebupacificair. Sampai di review selanjutnya di Langkah Dody. 

Jangan lupa untuk bangun pagi untuk melihat sunrise pertama dari samudra pacific. /foto: Dokumentasi pribadi

You might also enjoy:

6 Comments

  1. halo, saya berencana ke manila November 2019 ini, sudah beli tiket Cebu juga. Kira2 pemeriksaan bagasi yg masuk kabin ketat tidak ya? Saya hanya pesan bagasi untuk pulang saja

    1. Hallo kakak terimaksih sudah berkunjung ke blog saya. untuk pemeriksaan bagasi sebenarnya sama saja kaya maskapai di indonesia. tetapi tetap saja barang yg masuk di kabin diperbolehkan kurang lebih 7 kilo. saat itu saya hanya bawa bagasi 1 day pack dan 1 tas tangan dan di perbolehkan.

    1. halo ayumi terimakasih sudah berkunjung ke blog saya. Untuk keamanannya sangat aman dan nyaman. pesawatnya seperti pesawat di indonesia. ambil penerbangan malam agar kamu bisa tidur nyenyak. salam

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *