Hai Langkahku! Hari raya idul fitri tinggal beberapa hari lagi. Biasanya tradisi mudik, sudah mulai dipersiapkan. Mulai dari membeli tiket transportasi, membeli oleh-oleh di kota untuk dibawa ke kampung halaman, atau sekedar mempersiapkan diri bertemu dengan keluarga. Akan banyak cerita yang bisa dibawa untuk handai tolan di kampung halaman. Tapi tidak tahun ini, tradisi yang biasa dilakukan mungkin akan berbeda. Pasalnya Pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya menghimbau masyarakat terutama yang tinggal di kota untuk tidak mudik tidak piknik. Mengapa Pemerintah melakukan hal ini? Yuk Langkahku kita berbagai informasi yang bisa dipahami bersama. Mungkin dari informasi ini yang tadinya Langkahku berniat mudik akan berfikir ulang untuk menunda mudik.

Tidak mudik tidak piknik adalah bentuk kasih sayang yang tak terhingga nilainya karena dampaknya sangat besar buat kita dan orang sekitar
Tidak mudik tidak piknik adalah bentuk kasih sayang yang tak terhingga nilainya karena dampaknya sangat besar buat kita dan orang sekitar /ilustrasi: unsplash

Cerita kerinduan kampung halaman

Mungkin bagi sebagaian orang yang mencari nafkah di kota, mudik adalah sebuah keharusan. Karena dengan mudik seseorang bisa bersilahturahmi langsung dengan keluarga di kampung halaman. Bisa berbagi cerita pengalamannya selama bekerja di kota. Dan pastinya melepas kerinduan yang selama satu tahun tertahan. Atau bagi Langkahku mudik adalah momen untuk berbagi rezeki, mengajak piknik keluarga dikampung, berbagi kesenangan dan kangen dengan suasana dan makanan kampung. Pasti rencana itu sudah dipersiapkan sebelum datangnya mudik.

Memberi kesenangan melepas kerinduan adalah penting tapi tidak mudik dan tidak piknik di tahun ini lebih penting
Memberi kesenangan melepas kerinduan adalah penting tapi tidak mudik dan tidak piknik di tahun ini lebih penting /ilustrasi: unsplash

Gue asli Jakarta, keluarga Gue tinggal di Jakarta. Tetapi tiap tahun Gue dan keluarga selalu mudik mengunjungi keluarga dari Ibu Gue yang berada di Parakan, Temanggung dan Guunung Kidul, Yogyakarta. Momen ini selalu Gue tunggu-tunggu. Dengan mudik Gue bisa mengexplore daerah di kampung halaman ibu Gue. Kangen dengan suasana kampung yang udaranya sejuk dan pemandangannya indah. Teringat selalu kalau bangun tidur, Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro menyambut Gue dan itulah pengalaman yang luar biasa yang tidak Gue dapatkan di Kota. Gue bisa menikmati masakan bibi Gue, bisa bercanda dengan sepupu dan keponakan. Pastinya ini adalah waktu yang tepat untuk merefresh pikiran yang sudah jenuh karena kerjaan. Ini adalah salah-satu tempat wisata yang indah di kampung halamanku, cek di sini. Kalau Langkahku apa yang membuat kangen kampung halaman? coba bisa cerita di kolom komentar.

Hamparan sawah, udara yang sejuk dan pemandangan alam yang indah mungkin bisa menjadi pelipur lara tapi tidak untuk tahun ini, karena keluargaku dan orang sekitar lebih pening dari sebuah rindu .
Hamparan sawah, udara yang sejuk dan pemandangan alam yang indah mungkin bisa menjadi pelipur lara tapi tidak untuk tahun ini, karena keluargaku dan orang sekitar lebih pening dari sebuah rindu /foto: Dokumentasi Pribadi

Mengenal Corona yang menjadi sebab tidak mudik tidak piknik

Langkahku harus tahu, bahwa negara kita ini sedang dilanda wabah virus corona. Namanya memang tidak seindah dampak yang ditimbulkan. Menurut WHO Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coronavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit COVID-19. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019.

Gejala yang timbul akibat Corona

Gejala-gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, rasa lelah, dan batuk kering. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa nyeri dan sakit, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare, Gejala-gejala yang dialami biasanya bersifat ringan dan muncul secara bertahap. Beberapa orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun dan tetap merasa sehat. Sebagian besar (sekitar 80%) orang yang terinfeksi berhasil pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari 6 orang yang terjangkit COVID-19 menderita sakit parah dan kesulitan bernapas.

Orang-orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes, punya kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius. Mereka yang mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas sebaiknya mencari pertolongan medis. Orang-orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes, punya kemungkinan lebih besar mengalami sakit lebih serius. Mereka yang mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas sebaiknya mencari pertolongan medis.

Ilustrasi by Kama Digital
Ilustrasi by Kama Digital

Cara virus ini menyebar

Orang dapat tertular COVID-19 dari orang lain yang terjangkit virus ini. COVID-19 dapat menyebar dari orang ke orang melalui percikan-percikan dari hidung atau mulut yang keluar saat orang yang terjangkit COVID-19 batuk atau mengeluarkan napas. Percikan-percikan ini kemudian jatuh ke benda-benda dan permukaan-permukaan di sekitar. Orang yang menyentuh benda atau permukaan tersebut lalu menyentuh mata, hidung atau mulutnya, dapat terjangkit COVID-19. Penularan COVID-19 juga dapat terjadi jika orang menghirup percikan yang keluar dari batuk atau napas orang yang terjangkit COVID-19. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga jarak lebih dari 1 meter dari orang yang sakit. WHO terus mengkaji perkembangan penelitian tentang cara penyebaran COVID-19 dan akan menyampaikan temuan-temuan terbaru.

Ilustrasi by Kama Digital
Ilustrasi by Kama Digital

Nah Langkahku juga bisa memutus penyebaran virus ini dengan diam di rumah. Dengan diam di rumah Langkahku sudah menjadi pahlawan bagi 38.7 juta jiwa. Langkahku harus memposisikan diri seolah-olah sebagai orang yang terjangkit. Karena jika tidak Langkahku bisa dikatakan sebagai Carrier si pembawa penyakit tetapi tidak jatuh sakit. Info lengkapnya bisa cek website WHO di sini. Atau bisa cek ilustrasi di bawah ini.

ilutrasi by kama digital.
ilutrasi by kama digital

Tidak mudik tidak piknik hanya menunda bukan dilarang

Tidak mudik tidak piknik adalah salah-satu cara pemerintah mengurangi penyebaran virus. Sampai-sampai MUI mengeluarkan fatwah haram bagi yang mudik karena sebagaimana anjuran agama islam bahwa saat melakukan sesuatu yang diyakini dapat menimbulkan bahaya bagi dirinya atau orang lain adalah dilarang. Karena pemudik itu bisa menjadi carrier. Seberapa yakin kita tidak menularkan virus ke orang lain. Walaupun sudah tes hasilnya negatif, apakah kita memikirkan kemungkinan terjangkit di perjalanan mudik? Memang tidak ada larangan resmi mudik lebaran tapi ini jadi konsen untuk semua pihak. Kalau Langkahku nekat mudik karena alasan apapun Langkahku berstatus ODP yang artinya orang dalam pengawasan. Jadi sesampainya di kampung halaman Langkahku wajib karantina dirumah 14 hari.

Mudik tahun ini merupakan malapetaka bukan melepas rindu, kita tidak mau oarang-orang yang kita sayangi malah terkena virus yang kita bawa dari kota /foto: Dokumentasi Pribadi

Berita yang menjadi penyemangat kita sebagai pemudik mungkin pengganti libur hari raya. Pak Presiden telah memikirkan alternatif menenangkan masyarakat. Apa ini belum cukup juga untuk tidak mudik tidak piknik Langkahku? Yuk kita kasih pemahaman ke keluarga kita yang ada di kampung halaman. Gunakan teknologi yang ada untuk bisa bersilahturahmi secara virtual. Bikin mereka merasa di dahului, merasa dirindui, dan disayangi. Kita harus berfikir bahwa rumah sakit di daerah itu tidak semodern rumah sakit di kota. Jangan membawa beban lagi untuk mereka yang di daerah yang belum tersentuh fasilitas rumah sakit yang memadai. Kita juga bisa memberikan edukasi kepada teman, followers atau tetangga yang akan melakukan mudik. Jangan sampai kita kalah sama si corona, kita harus #lawancorona agar tidak masuk ke kampung halaman kita.

Foto mudik menggunakan kereta api sebagai moda transportasi paling diminati oleh masyarakat
Foto mudik menggunakan kereta api sebagai moda transportasi paling diminati oleh masyarakat /foto: Dokumentasi Pribadi

Pesan untuk Tidak Mudik Tidak Piknik

Cerita mudik tahun ini bisa menjadi cerita kita ditahun mendatang. Bercerita kepada anak cucu kita, kalau kita sudah menjadi pahlawan Covid-19. Semoga informasi ini bisa membuka pikiran teman-teman yang akan mudik. Selalu optimis bahwa wabah ini pasti berlalu. Dukung semua usaha pemerintah, dan jangan jadikan corona oleh-oleh Lebaran di kampung halaman. #TidakMudik #TidakPiknik #TransmatePenghubungIndonesia.

Ilustrasi by Kama Digital
Ilustrasi by Kama Digital

Anda mungkin juga menyukai:

2 Komentar

  1. You actually make it seem so easy with yiur presentation but I
    find this topic to be actually something which
    I think I would never understand. It seems tooo complicated and very broad forr me.
    I’m looking forward for your next post, I’ll ttry to get the hang of it!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *