Langkahku! ketika Langkahku mau buang hajat pasti bilangnya mau ke belakang kan? kalau mau ke toilet pasti juga ngomongnya mau ke belakang. Walaupun toilet ini adanya di belakang bukan berarti masalah sanitasi ini jadi urusan belakang. Tahu gak Langkahku kalau pada tahun 2018 rata-rata kejadian diare di Indonesia itu mencapai 7% dan tingkat penyakit stunting masih di atas 30%. Salah-satu penyebabnya adalah air limbah domestik yang tidak diolah dan banyaknya sungai di Indonesia tercemar. Jadi apakah sistem sanitasi di rumah Langkahku tergolong sanitasi aman atau tidak ?

Mengapa sih Gue membahas masalah ini pada blog Gue? Karena Gue di ingatkan oleh #HariToiletSedunia2019 dan ingin memberikan informasi kepada Langkahku kalau sanitasi yang dikelola dengan aman itu sangat penting. Apalagi di kota besar yang notabennya mempunyai lahan sempit dan air sungai di perkotaan sudah terlanjur tercemar. Jadi pada tanggal 19 November 2019 bertempat di Comic Cafe Tebet Jakarta Selatan, Gue menghadiri kumpul blogger dan vlogger bertajuk #KapanSanitasiAman. Urusan Sanitasi ini bukan tanggung jawab pemerintah saja tapi tanggung jawab kita bersama. Maka dari itu Gue ikut bertanggung jawab menyebarluaskan informasi yang Gue dapat dan mengedukasi masyarakat melalui media sosial dan blog Gue.

Blogger dan Vlogger berkumpul untuk mendapatkan informasi tentang pentingnya sanitasi aman khusunya di perkotaan.
Blogger dan Vlogger berkumpul untuk mendapatkan informasi tentang pentingnya sanitasi aman khusunya di perkotaan /foto: Dokumentasi Pribadi

Sanitasi aman itu seperti apa?

Jadi sanitasi aman itu adalah sebuah sistem yang memutus sumber pencemaran limbah domestik ke sumber air bersih. Dimulai dari septik tank yang sesuai SNI, penyedotan lumpur tinja, sampai ke pengelolahan limbah (IPLT). Dan ternyata sanitasi aman ini juga terdapat PERDA dan PERKADAnya terkait pengelolaan air limbah. Dengan adanya sistem ini jadi Langkahku harus tinggalkan kebiasaan yang mencemari lingkungan seperti, buang air besar di sungai atau di kebun, penggunaan toilet leher angsa tanpa septik tank dan penggunaan septik tank tidak kedap. Kebiasaan-kebiasaan itu harus ditinggalkan agar lingkungan tidak tercemar.

Langkahku punya septik tank tapi tidak pernah disedot? Atau menguras septik tank kalau ada masalah saja, mampet misalnya? kebiasaan ini yang harus di tinggalakan. Karena sejatinya praktik itu tidak benar. Menguras septik harus dilakukan secara berkala setiap 2-3 tahun sekali. Septik tank yang sudah penuh akan rawan bocor sehingga air limbah domestik dapat meluap dan mencemari lingkungan. Padahal lingkungan yang baik itu lingkungan yang tidak tercemar oleh kotoran manusia atau limbah domestik. Sama halnya dengan septik tank yang tidak pernah dikuras. Kotoran yang masuk ke septik tank belum mengalami pengolahan jadi sama saja Langkahku mencemari lingkungan. Itulah pentingnya sanitasi aman dan memiliki septik tank sesuai SNI.

Mengapa harus ada septik tank di rumah dan standar teknis septik tank seperti apa agar sanitasi aman?

Langkahku harus tahu bahwa kotoran manusia itu adalah sumber penyakit. Didalam tinja mengandung puluhan miliar mikroba yang membahayakan kesehatan manusia terutama anak-anak. Terdapat bakteri E-Coli dan Salmonella, lalu virus hepatitis dan ribuan telur cacing. Jadi apabila limbah domestik itu tidak di buang ke tempat yang semestinya akan menjadi masalah. Maka dari itu Langkahku harus memiliki septik tank yang menjadikan solusi untuk permasalahan yang dihadapi. Septik tank ini berfungsi sebagai tempat menampung dan mengolah tinja sementara. Terjadi penguraian secara anaerobik di dalam septik tank. Pengolahan lanjutan juga diperlukan yaitu melalui resapan atau filterasi sehingga air limbah aman dibuang dan tidak mencemari lingkungan.

Berikut adalah standar teknis septik tank yang sesuai dengan SNI,

  1. Harus kedap air
  2. Memiliki volume standar di mana volume tangki untuk 1 rumah dengan 5 jiwa adalah 800 liter sesuai SNI 2398-2017 sistemnya terpisah.
  3. Memilki lubang kontrol
  4. Memilki ventilasi
  5. Memilki pipa masuk dan keluar
  6. harus dikuras, diangkut, dan dibuang dengan truk tinja secara reguler ke IPLT
DR. Subekti SE.,MM selaku Direktur Utama PD Pal Jaya (kanan), Ika Fransisca selaku Advisor Bidang Pemasaran dan Perubahan Prilaku USAID IUWASH PLUS (tengah) dan Zaidah Umami selaku Bidang Kesehatan Lingkungan, Puskesmas Kecamatan Tebet (kiri) sedang memberikan materi tentang sanitasi aman.
DR. Subekti SE.,MM selaku Direktur Utama PD Pal Jaya (kanan), Ika Fransisca selaku Advisor Bidang Pemasaran dan Perubahan Prilaku USAID IUWASH PLUS (tengah) dan Zaidah Umami selaku Bidang Kesehatan Lingkungan, Puskesmas Kecamatan Tebet (kiri) sedang memberikan materi tentang sanitasi aman /foto: Dokumentasi Pribadi

Menengok contoh sanitasi aman di tengah padatnya pemukiman

Setelah mengetahui informasi tentang sanitasi aman, Gue dan teman-teman Blogger yang lain diajak untuk kunjungan lapangan. Kunjungan lapangan ini dimaksudkan agar Blogger dan Vlogger dapat mengetahui bahwa terdapat septik tank komunal di area padat penduduk di tengah kota. Tidak jauh dari Comic Cafe sekitar 500 meter Gue berjalan menuju lokasi. Tempat yang Gue kunjungi adalah RW 08 Kelurahan Tebet Timur. Di lokasi ini terdapat Instasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal yang baru selesai dibangun. Kami dibagi kedalam tiga kelompok dan mengunjungi tiga lokasi yang berbeda di kawasan RW 08 ini.

RW 08 Kelurahan Tebet Timur sudah menggunakan sanitasi aman, terbukti dengan adanya IPAL komunal.
RW 08 Kelurahan Tebet Timur sudah menggunakan sanitasi aman, terbukti dengan adanya IPAL komunal /foto: Dokumentasi Pribadi

Lokasi pertama

Gue berkunjung ke lokasi pertama yaitu IPAL Komunal yang berada tepat di bawah pabrik UMKM tempe. Di tempat ini Gue dijelaskan tentang IPAL komunal ini berdiri dan telah membantu warga RW 08 ini dalam membuang hajat. Ibu Lurah, Pak Sitam selaku ketua RW 08 berterima kasih atas bantuan dari USAID IUWASH PLUS dan Sinar Mas yang telah mendirikan IPAL Komunal ini. Sehingga warga tidak lagi membuang hajat di kali dan sungai yang tepat berada di RW 08 tidak tercemar.

bu Lurah Tebet Timur (kiri) dan Bapak Sitam selaku Ketua RW 08 (sebelah ibu lurah) sedang menjelaskan berdirinya IPAL Komunal di RW 08 .
Ibu Lurah Tebet Timur (kiri) dan Bapak Sitam selaku Ketua RW 08 (sebelah ibu lurah) sedang menjelaskan berdirinya IPAL Komunal di RW 08 /foto: Dokumentasi Pribadi

Lokasi ke dua

Gue diajak ke lokasi ke dua untuk berkunjung ke rumah Bapak Wahyono di mana bapak ini adalah satu-satunya warga yang memilki septik tank sendiri sebelum IPAL Komunal berdiri. Dan IPAL Komunal ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga RW 08 yang tidak mempunyai septink tank. Jadi konsepnya adalah pipa-pipa di gunakan di toilet warga. Menyambung di pipa besar dan bermuara di IPAL Komunal yang berada tepat di bawah pabrik tempe tersebut. Jadi secara tidak langsung warga RW 08 sudah memilki septink tank.

Lokasi ke tiga

Lokasi terakhirt yaitu kunjungan ke rumah Bapak Santo yang mana di rumah tersebut sedang dilakukan sedot WC oleh PD PAL Jaya. Bapak Santo mengaku bahwa melakukan sedot WC melalui PD PAL Jaya sangat terjangkau biayanya. Hanya Rp 330.000,- sudah termasuk pajak dan pengangkutan limbah. Dan cara kerjanya pun sesuai standar. Jadi Bapak Santo tidak takut akan hal yang tidak diinginkan.

Penampakan pipa-pipa IPAL Komunal yang disalaurkan ke toilet warga
Penampakan pipa-pipa IPAL Komunal yang disalaurkan ke toilet warga /foto: Dokumentasi Pribadi

Tentang USAI IUWASH PLUS dan PD PAL JAYA

Nah sekarang Langkahku sudah tahu informasi tentang sanitasi aman, tetapi dari tadi Gue belum menjelaskan tentang USAID IUWASH PLUS. USAID IUWASH PLUS bekerja sama dengan instansi pemerintah dan donor, sektor swasta, LSM, penyedia layanan, dan masyarakat untuk menguatkan ekosistem WASH secara keseluruhan di daerah perkotaan di Indonesia. Proyek ini fokus pada penguatan penyedia layanan air minum dan sanitasi untuk memastikan akses yang lebih baik tetap dipelihara dalam jangka panjang. Kemitraan ini mengurangi biaya layanan WASH bagi penduduk Indonesia yang paling rentan, berkontribusi terhadap peningkatan akses yang membantu menyelamatkan hidup, dan mengurangi ancaman penyakit yang ditularkan melalui air. informasi tentang USAID IUWASH PLUS bisa cek di sini. atau bisa kunjungi websitenya di www.iuswashplus.com dan sosial medianya seperti facebook, twitter, youtube dan isntagramnya di @airsanitasi

Petugas PAL Jaya sedang menguras septi tank di salah satu warga RW 08 Kel Tebet Timur.
Petugas PAL Jaya sedang menguras septi tank di salah satu warga RW 08 Kel Tebet Timur /foto: Dokumentasi Pribadi

Untuk PD PAL Jaya sendiri adalah perusahaan daerah milik Pemprov DKI Jakarta yang bergerak di bidang: Jasa layanan pengolaan air limbah sistem perpipaan, Jasa layanan pengelolaan air limbah sistem setempat, dan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Cakupannya meliputi seluruh wilayah DKI Jakarta. untuk informasi lengkap dari PD PAL Jaya bisa kunjungi webnya di www.paljaya.com. Atau bisa follow akun sosial medianya yaitu youtube, facebook,dan instagram @pdpaljaya. Bagi Langkahku yang ingin mengetahui tentang penyebab lain penyakit diare bisa cek di sini.

Layanan dari PD PAL Jaya salah satunya adalah mobil sedot WC yang bisa kamu gunakan sebagai jasa sedot WC.
Layanan dari PD PAL Jaya salah satunya adalah mobil sedot WC yang bisa kamu gunakan sebagai jasa sedot WC /foto: Dokumentasi Pribadi

You might also enjoy:

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *